Pisah Sambut Ketua Pengadilan Tinggi Jabar

ARCOM.CO.ID, Bandung. Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Jawa Barat menghadiri pisah sambut Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat dari Suwardi kepada Sareh Wiyono, di Hotel Horison Bandung, Selasa, (3/1/2012), FKPD yang hadir diantaranya Kajati Yuswa Kusumah, Pangdam III Siliwangi Muhammad Munir, Kapolda Putut Eko Bayuseno, Ketua DPRD Irfan Suryanagara dan Wakil Gubernur Dede Yusuf mewakili Gubernur Ahmad Heryawan.

     Suwardi akan menempati pos baru  sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Semarang, sedangkan Sareh Wiyono yang sebelumnya Ketua Pengadilan Tinggi Semarang akan menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat,  Sareh Wiyono sendiri telah berkecimpung di dunia peradilan selama 45 tahun, diantaranya menjadi Ketua Pengadilan Negeri Cibinong, Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi  Denpasar, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi  DKI Jakarta dan Panitera Mahkamah Agung selama tiga tahun.
     Dalam pidato perpisahannya Suwardi mengatakan bahwa ia banyak mengalami banyak hal selama bertugas 3 tahun 2 bulan di Pengadilan Tinggi Jawa Barat, ia pun mohon maaf sebesar – besarnya bila mempunyai kesalahan, selain itu Suwardi mengucapkan terima kasih atas bimbingan dari Mahkamah Agung dan modal pengalaman  dari Bandung akan diaplikasikan di Pengadilan Tinggi Semarang, ia pun mengundang para tamu  bila pergi ke Semarang  mampir ke rumahnya “Monggo mampir ke Semarang”, ujarnya.
     Sedangkan Sareh Wiyono dalam sambutan  mengharapkan agar Pengadilan Tipikor segera dibangun di Bandung, ia pun mengamati bahwa bangunan Pengadilan Tinggi di Bandung sudah tidak representatif, dan berharap dibangun lima lantai dengan DIPA Mahkamah Agung, “Bangunan Pengadilan Tinggi di Jawa Barat tidak ada 1/3 nya dengan Pengadilan Tinggi Semarang”, ungkapnya.

Di akhir acara Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf memberikan sambutannya, ia mengatakan bahwa ada rencana membangun Pengadilan Tipikor  di daerah Cimuncang Bandung, dan bisa juga di Jatinangor Sumedang,  kesulitan membangun di Bandung karena di Bandung banyak bangunan heritage, “Jadi agak sulit”, ujarnya. (Bagoes Rinthoadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>