Film Dokumenter “Trashed” Menginspirasi Ridwan Kamil

Ridwan KamilARCOM.CO.ID ,Bandung. Walikota Bandung Ridwan Kamil (Emil) Berkesempatan menghadiri Screening film “Trashed”, Jumat, (21/2/2014), di Blitz Megaplex Paris van Java jalan Sukajadi Bandung.

Turut hadir dalam acara ini Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung Eric M. Atthauriq, Relawan, Pegiat dan Penggerak Lingkungan, serta Perwakilan Lembaga Peduli Lingkungan kota Bandung.

Kegiatan Screening film “Trashed”, merupakan program Bandung Cleanaction yang dilaksanakan dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada tanggal 21 Februari.

“Saya pernah memergoki ibu-ibu pengajian di daerah Regol yang membuang plastik di sungai”, kata Ridwan Kamil (Emil) dalam sambutannya seusai menonton film Trashed, “Katanya kebersihan sebagian dari iman, jangan hanya penampilannya saja yang beriman”, sindirnya.

“Sampah di Kota Bandung setiap harinya 1500 ton, bila kita berdebat terus tidak akan ada solusinya”, ujar Emil, “Tidak mungkin semua persoalan dibereskan oleh Pemerintah Kota, Pemkot hanya bisa menyelesaikan 1/4 permasalahan kota”, ungkapnya.

Lebih lanjut Emil mengatakan bahwa Pemkot Bandung sudah melakukan hal sederhana untuk mengurangi sampah, yaitu tidak lagi menghidangkan konsumsi kue kotak kepada para tamu, “Sekarang makanan dihidangkan pakai pisin dan cangkir”, ungkap Emil.

Mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), Emil menjelaskan bahwa PLTSa masih menyisakan masalah sosial, “PLTSa masih menjadi bola panas”, ungkapnya.

“Saya terinspirasi penanganan sampah di San Fransisco saat menonton film Trashed”, kata Emil, “Saya ingin sesuatu yang aksi, yaitu membikin film tentang sampah di kota Bandung”, ujarnya.

“Selain itu kita butuh orang kreatif yang pandai berkata- kata, agar reklame di kota bandung isinya iklan layanan masyarakat, dan bukan hanya iklan produk”, kata Emil, “Tim ini nantinya kita sebut tim propaganda positif”, ungkapnya.

Lebih lanjut Emil mengungkapkan bahwa kota Bandung membutuhkan ilmuwan agar Zero Waste Home menjadi kenyataan, “Kita butuh Sobirin-Sobirin lainnya”, ujarnya.

“Kita membutuhkan Event Organizer agar gerakan ini nantinya terukur dan terjadwal”, kata Emil, “Selain itu kita membutuhkan dukungan sponsor, seperti Forum BUMN Cinta Bandung”, tegasnya.

“Agar program Zero Waste Home terwujud maka akan kita bikin teori Reward”, ungkap Emil, “Bila ada rumah yang menerapkan Zero Waste Home, maka pajak bumi dan bangunannya (PBB) kita diskon”, ujarnya.

“Saya beri waktu satu bulan kepada Kepala BPLH Kota Bandung untuk mengorganisasikan seluruh kekuatan mewujudkan Bandung Juara Bebas Sampah (BJBS)”, tegas Emil.

Walikota Bandung Ridwan Kamil pun memberi apresiasi kepada masyarakat kota Bandung yang telah membuat Biopori, “Kota Bandung saat ini telah memiliki 350 ribu Biopori, ini merupakan suatu rekor di indonesia bahkan di dunia”, ujar Emil.

Diakhir paparannya Emil berharap setiap Rukun Warga (RW) di Kota Bandung memiliki mesin pemakan sampah (Bio Digester), “Harga mesin Bio Digester per unitnya 10 juta rupiah, namun mesin ini dapat mengurangi sampah hingga 50 persen”, ungkap Emil.

Film Dokumenter Trashed yang dibintangi Aktor Jeremy Irons banyak menceritakan berbagai masalah sampah di beberapa negara, seperti Lebanon, Inggris, Amerika Serikat, Indonesia, dan negara lainnya.

Film Trashed memperlihatkan bagaimana sampah mencemari laut dan udara, sampah yang tidak bisa terurai, sampah yang mengandung racun, serta berbagai penyakit yang diakibatkan oleh sampah, diantaranya penyakit kanker.

Melalui Screening film Trashed, Bandung Cleanaction berharap dapat membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat dalam mengelola sampah. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.