Kunto Aji Beri Tips Dapatkan Pendanaan Perbankan

SAM_0541

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kepala Cabang Bank BJB Purwakarta Kunto Aji berkesempatan menjadi pembicara Seminar I Love Bussiness #48 bertajuk, “Tips Mendapatkan Pendanaan Perbankan”, Senin,(24/3/2014), di Bober Tropica Cafe jalan Sumatera Bandung.

Acara seminar yang digagas Gerakan Indonesia Muda Berbisnis (GIMB), turut dihadiri Pembina GIMB Foundation Meriza Hendri, puluhan wirausaha muda serta anggota GIMB.

“Saat ini Bank BJB berusaha memberikan pendanaan yang baik dan benar”, kata Kunto di awal paparannya, “Setelah memberikan pinjaman, bank sudah mulai mengukur mutasi, debet kredit dan visibilitas usaha debitur”, ungkapnya.

“Bagian paling penting dalam suatu usaha adalah menjaga stabilitas usaha”, ujar Kunto, ” Yang harus dilakukan pengusaha adalah bagaimana melakukan pinjaman yang baik, bagaimana mengelola keuangan hasil dari pinjaman, dan bagaimana bisa mengatur keuangannya dengan baik”, tegasnya.

Kunto menjelaskan bahwa untuk mendapatkan pendanaan perbankan, pengusaha diharapkan membuat laporan keuangan sesederhana mungkin, “Bank BJB siap memberikan tips dan edukasi bagaimana membuat laporan keuangan yang baik agar dapat diterima, terbaca, terdefinisikan dan sesuai dengan keinginan bank”, katanya.

Lebih lanjut Kunto mengatakan bahwa edukasi perbankan penting dilakukan, “Diharapkan pandangan masyarakat terhadap bank yang hanya menyalurkan uang dan menagih bisa sirna, karena bank secara rutin memberikan edukasi terhadap masyarakat”, katanya.

Mengenai Support Bank BJB Purwakarta terhadap GIMB, Kunto mengatakan bahwa saat ini baru sebatas Sponsorship, “Kedepannya Bank BJB akan melibatkan teman-teman GIMB dalam program dan acara Bank BJB”, tegas Kunto.

“Teman-teman GIMB akan kita manfaatkan sebagai tenaga pembina, untuk memberikan inspirasi kepada calon-calon debitur yang ada di Bank BJB Purwakarta”, kata Kunto, “Bank BJB membutuhkan orang- orang kredibel yang dapat membina debitur-debitur kami”, ungkapnya.

Kunto┬ámengamati perkembangan GIMB selama dua tahun cukup signifikan, “Komitmen GIMB jelas, yaitu mencetak wirausahawan yang unggul”, kata Kunto, “Hal ini sudah mulai terlihat, bahkan saya berani menjual program-program GIMB kepada para kepala daerah dan pihak luar”, tegas Kunto, “Kami ingin para kepala daerah lebih mensuport GIMB”, ujarnya.

Di akhir paparannya Kunto mengungkapkan bahwa kekurangan wirausaha muda sekarang adalah dari segi pembinaan, “GIMB tempat yang tepat untuk membina para wirausaha muda”, tegasnya.

Gerakan Indonesia Muda Berbisnis (GIMB) merupakan gerakan bersama, anak-anak muda Indonesia yang fokus terhadap jiwa kewirausahaan berbasis pengetahuan, diharapkan setelah bergabung bersama GIMB, bisnis mereka dapat berkelanjutan dan naik level, serta akan muncul pengusaha-pengusaha muda sukses dan tangguh yang mampu bersaing dengan negara lain. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.