Sopir Bus Primajasa Dirampok Di Dalam Angkot

primajasaARCOM.CO.ID ,Bandung. Manajer Operasional PO Primajasa Deden Galih Ginanjar mengungkapkan bahwa salah satu sopir bus Primajasa dirampok dan dianiaya di dalam angkutan kota (angkot) jurusan Stasiun-Leuwipanjang.

Hal ini diungkapkan Deden dalam acara Temu Media, Rabu, (2/4/2014), di Kantor PO Primajasa jalan Soekarno Hatta Bandung, turut hadir sopir bus Primajasa korban perampokan dan penganiayaan Dedih Sediana (38 thn).

Dedih baru muncul dihadapan media dikarenakan baru keluar dari RS Rajawali pasca penganiayaan.

Kronologi kejadian: Usai bekerja menjadi sopir bus Primajasa jurusan Bandung-Harapan Indah, Dedih naik angkot berwarna hijau jurusan Stasiun-Leuwipanjang di depan kantor Primajasa jalan Soekarno Hatta, Selasa malam, (25/3/2014), sekitar pukul 22.00 WIB.

Dedih yang rencananya pulang ke Garut melihat di dalam angkot sudah ada tiga penumpang dan satu penumpang duduk di depan, dengan ciri-ciri wajah dan logat orang seberang.

Baru saja angkot berjalan sekitar 50 meter, Dedih langsung dipukul oleh komplotan perampok di bagian kepala menggunakan kunci ban, lalu Dedih diinjak dan disekap di dalam angkot.

Seusai memukuli Dedih, para perampok merampas uang sebesar 1,6 juta rupiah, Handphone, dan Dompet milik Dedih, tidak puas memukul, para perampok menelanjangi Dedih dan membuangnya di Jalan tol Pasirkoja.

Akibat penganiayaan, Dedih mengalami luka berat di kepala depan dan belakang, selain itu lima giginya hancur.

Seminggu setelah kejadian, Pihak kepolisian (Polsek Bandung Kulon) hingga saat ini belum merespon laporan Dedih.

Manajer Operasional PO Primajasa Deden Galih Ginanjar berharap keamanan di dalam angkot menjadi perhatian pihak kepolisian dan dinas terkait, “Diharapkan polisi melakukan pengawasan terhadap angkot, karena kita butuh keamanan di dalam angkot”, tegasnya.

Saat ini sebagian besar angkot di kota Bandung masih memasang kaca film berwarna gelap, dan ketika malam tiba, lampu di dalam angkot hanya menyala redup.

Sudah saatnya supir angkot di Bandung memakai seragam, dan memajang identitasnya agar diketahui para penumpang. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.