Riung Priangan Dan H3B Gelar Aksi Bebersih Cikapundung

IMG_20140428_115426

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Organisasi swasta Riung Priangan dan Himpunan Humas Hotel Bandung (H3B) mendukung pemeliharaan kebersihan sungai Cikapundung dengan melakukan aksi peduli “Bebersih sungai Cikapundung”.

Hal ini terungkap dalam Press Conference Bebersih Sungai Cikapundung, Senin, (28/4/2014), di Aston Primera Pasteur Hotel & Conference jalan Dr. Djunjunan (Pasteur) Bandung.

Turut hadir dalam acara ini Ketua Riung Priangan Iwan Rismawardani, Ketua H3B Restina Setiawan, Ketua Pelaksana Kegiatan Nike April, Perwakilan Komunitas Cikapundung Yadi, dan puluhan Public Relations Hotel se-Bandung.

“Riung Priangan merupakan asosiasi General Manager Hotel Bintang 3, 4, dan 5 yang beranggotakan 39 GM”, kata Iwan di awal paparannya, “Program CSR selalu kita lakukan, dan kali ini kita bebersih sungai Cikapundung”, ujarnya.

“Kedepannya sungai Cikapundung dapat kita promosikan sebagai sungai yang bersih”, katanya, “Siapapun nanti pengurus Riung Priangan, kegiatan ini akan menjadi kalender tetap”, ungkapnya.

Lebih lanjut Iwan mengatakan bahwa dalam hal ini pemerintah kota Bandung dan Corporate harus selalu kompak, “Kita harus mendukung program Walikota Bandung Ridwan Kamil”, tegasnya.

“Riung Priangan saat ini belum bisa berbuat banyak, namun kedepannya kita akan terus menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keindahan kota Bandung”, ujarnya.

Mengenai pengelolaan sampah hotel, Iwan menjelaskan bahwa dirinya belum tahu secara pasti berapa ton sampah yang dihasilkan hotel-hotel di kota Bandung.

Iwan yang saat ini menjabat sebagai General Manager Aston Primera Pasteur Hotel & Conference mengatakan bahwa Hotel yang ia pimpin biasanya melakukan dua kali pengangkutan sampah dalam satu hari.

“Hotel kami menunjuk Vendor yang memiliki ijin untuk pengelolaan sampah”, ujar Iwan, “Yang pasti sampah hotel kami tidak dibuang ke sungai Cikapundung” kata Iwan di akhir paparannya.

Ketua H3B Restina Setiawan mengatakan bahwa H3B melakukan aksi peduli Bebersih Sungai Cikapundung dikarenakan ingin ikut membantu melestarikan lingkungan hidup, “Melestarikan lingkungan harus sejak dini”, ungkapnya.

“Sungai Cikapundung bukan hanya urusan pemerintah, tetapi urusan kita semua”, tegas Restina, “H3B akan terus ikut mempromosikan kegiatan Riung Priangan”, ujarnya.

“Selain membersihkan sungai Cikapundung, H3B hingga saat ini telah membantu 600 anak panti asuhan di kota Bandung”, kata Restina di akhir paparannya.

Ketua Pelaksana Kegiatan Nike April dalam penjelasannya mengatakan bahwa Riung Priangan dan H3B berharap sungai Cikapundung kedepannya menjadi tujuan wisata, “Kita berharap sungai Cikapundung menjadi ikon baru kota Bandung”, katanya.

Lebih lanjut Nike mengatakan bahwa Sungai Cikapundung yang letaknya di pemukiman saat ini keadaannya kotor serta berpotensi menimbulkan banjir, “39 General Manager dan Public Relations Hotel se-Bandung akan turun membersihkan sungai Cikapundung”, tegasnya.

“Membersihkan sungai Cikapundung merupakan langkah kecil kita”, kata Nike, “Kita tidak bisa secara Instan menyelesaikan masalah sungai Cikapundung”, ujarnya.

“H3B dan Riung Priangan akan terus mengedukasi dan menghimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai Cikapundung”, tegas Nike.

Nike menjelaskan bahwa dalam aksi Bebersih Cikapundung, sebanyak 39 hotel akan mengirimkan empat perwakilannya, “Sekitar 160 orang yang terdiri dari GM, Sekretaris GM dan PR Hotel akan terjun langsung membersihkan sungai Cikapundung”, kata Nike di akhir penjelasannya.

Aksi peduli Bebersih Sungai Cikapundung bertajuk, “Clean Waste and Save the River”, berlangsung Selasa, (29/4/2014), mulai pukul 07.30 – 11.00 WIB, mengambil lokasi di sekitar jembatan Pelesiran, dan di bawah jembatan jalan layang Pasupati.

Selain membersihkan sungai Cikapundung, Riung Priangan dan H3B juga akan memberikan bibit pohon kepada para komunitas.

Perwakilan Komunitas Cikapundung Yadi mengatakan bahwa kondisi sungai Cikapundung saat ini perubahannya mulai signifikan”Volume sampah sudah mulai berkurang”, katanya.

“Kegiatan bebersih sungai Cikapundung sangat positif, karena komunitas Cikapundung tidak bisa bergerak secara individual”, ujar Yadi, “Kami akan menurunkan sebanyak 40 orang untuk aksi ini”, tegasnya.

Lebih lanjut Yadi mengungkapkan bahwa limbah kotoran sapi mendominasi sungai Cikapundung sejak tahun 2009, “Sekarang kotoran sapi sudah berkurang, karena dibuat kompos dan batako kotoran sapi”, katanya.

“Saat ini di komunitas Cikapundung terdapat 20 kelompok kerja (Pokja) yang rutin membersihkan sungai Cikapundung”, kata Yadi, “Kami telah membersihkan sungai Cikapundung selama lima tahun tanpa dibayar”, ungkapnya.

“Kondisi sungai Cikapundung parah tapi kita berupaya merubahnya”, tegas Yadi, “Saat ini sudah ada 800 Septic Tank komunal di sepanjang sungai Cikapundung”, katanya.

Yadi mengungkapkan bahwa komunitas Cikapundung memiliki Data Base perusahaan mana saja yang mengotori sungai Cikapundung, “Diantaranya terdapat apartemen baru dan BUMN yang memproduksi vaksin di Bandung Wetan yang rutin membuang limbah ke sungai Cikapundung”, ungkap Yadi.

“Bandung Wetan merupakan daerah yang sering membuang sampah dan limbah ke sungai Cikapundung, dikarenakan daerah tersebut banyak pendatang”, kata Yadi di akhir paparannya. (Bagoes Rinthoadi)