Kanwil DJP Jabar I Targetkan Penerimaan Pajak 20,9 Triliun

IMG_20140505_194926

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat I Adjat Djatnika menegaskan bahwa target penerimaan pajak Kanwil DJP Jabar I tahun 2014 naik 20% menjadi 20,9 triliun rupiah.

Hal ini ditegaskan Adjat seusai menghadiri acara Malam Penganugerahan Lomba Penulisan Karya Jurnalistik Tentang Perpajakan Tahun 2014, Senin, (5/5/2014), di Ballroom Hotel Savoy Homann jalan Asia Afrika Bandung.

“Menurut data BPS ada 30 juta orang miskin di Jawa Barat”, kata Adjat, “Yang disebut orang miskin adalah orang yang pengeluarannya hanya 400 ribu per bulan”, ujarnya, “Orang yang pengeluarannya 500 ribu sebulan tidak dianggap miskin”, tegasnya.

Saat ini target pajak nasional tahun 2014 sebesar 1.100 triliun rupiah atau naik 11,6%, “Kalau dilihat dari Tax Ratio, 1100 triliun itu hanya 13 persen dari Product Domestic Bruto”, kata Adjat, “Seharusnya kita sudah mencapai 20% dari Tax Ratio”, tegasnya.

Lebih lanjut Adjat mengungkapkan bahwa jumlah wajib pajak di Jawa Barat (Jabar I) hanya 1,3 juta orang, “Padahal penduduk Jawa Barat ada 50 juta orang”, ujarnya.

Penerimaan pajak yang sedikit berimbas kepada kurangnya pemeliharaan infrastruktur, “Jalanan di kota Bandung banyak yang hanya diaspal sebagian saja”, kata Adjat, “Apalagi jalanan menuju Sumedang dan Cirebon jelek dan tidak rata”, ujarnya, “Kalau ada uangnya dipastikan semua jalan tersebut diaspal”, tegasnya.

Mengenai pemberitaan korupsi yang marak terjadi di Direktorat Jenderal Pajak, Adjat mengatakan bahwa penerimaan pajak tidak terimbas pemberitaan korupsi, malahan sebaliknya penerimaan pajak naik terus, “Tetap saja orang-orang bayar pajak, mereka tidak terlalu terpengaruh pemberitaan korupsi”, ujarnya, “Setiap tahun penerimaan pajak naik terus dan tidak pernah turun”, katanya.

Lebih lanjut Adjat menjelaskan bahwa tidak semua orang harus bayar pajak, “Orang miskin tidak perlu bayar pajak, dan yang penghasilannya di bawah 2 juta sebulan tidak perlu bayar pajak”, ujarnya, “Kalau penghasilannya di atas lima juta baru bayar pajak”, tegasnya.

“Untuk meningkatkan pemasukan pajak, Kanwil DJP Jabar I gencar melakukan penyuluhan di mana-mana”, kata Adjat.

Mengenai pembinaan internal pegawai pajak, Adjat menjelaskan bahwa Kanwil DJP Jabar I telah melakukan pembinaan-pembinaan plus pengawasan untuk menghindari perilaku korupsi pegawai pajak, “Kita ada pengawasan berjenjang di tiap tingkatan”, tegasnya.

“Kita selalu mengingatkan secara keagamaan kepada para pegawai pajak, mereka disentuh kesadarannya supaya tidak korupsi”, ujar Adjat, “Namun di halaman yang bagus selalu ada rumput liar”, kata Adjat di akhir wawancara.

Di Indonesia kesadaran masyarakat membayar pajak masih kurang, berbeda dengan Amerika yang kesadaran masyarakatnya sangat tinggi, bahkan ada pameo yang mengatakan bahwa di Amerika yang pasti hanyalah pajak dan kematian atau Death and Tax.

Di Indonesia baru sedikit sekali yang benar-benar membayar pajak, sedangkan yang tidak membayar pajak sangat banyak.

Diharapkan masyarakat Indonesia jangan hanya mau menikmati pembangunan saja, tetapi harus juga mau membayar pajak. (Bagoes Rinthoadi)