Putra Mahkota Brunei Menjajal Anoa dan Senapan PT Pindad

IMG_20140506_134444

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Putra Mahkota Brunei Darussalam Duli Yang Teramat Mulia Paduka Seri Pengiran Muda Mahkota Jenderal Pengiran Muda Haji Al-Muhtadee Billah Ibni Kebawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzadin Waddaulah berkesempatan mengunjungi PT Pindad, Selasa, (6/5/2014), di jalan Gatot Subroto Bandung.

Turut hadir dalam kunjungan ini, Wakil Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, dan Direktur Utama PT Pindad Tri Hardjono.

Kunjungan Putra Mahkota Brunei Darussalam Haji Al-Muhtadee Billah adalah untuk meninjau fasilitas produksi pasca partisipasi PT Pindad dalam Brunei International Defence Expo (Bridex) Februari 2014 lalu.

Al-Muhtadee Billah berkesempatan mengunjungi dan mencoba beberapa fasilitas produksi PT Pindad seperti kendaraan tempur panser 6×6 Anoa, kendaraan taktis 4×4 Komodo, senapan serbu, senapan runduk, dan senjata genggam.

Al-Muhtadee Billah terlihat sangat antusias ketika menjajal kendaraan taktis 4×4 Komodo, dan senjata serbu SS2-V5.

Direktur Utama PT Pindad Tri Hardjono mengatakan bahwa saat ini PT Pindad sedang mengikuti tender di Brunei, karena di Brunei ada kebutuhan kendaraan tempur, Maintenance dan sistem pertahanan.

“Harapan kami setelah Putra Mahkota Brunei datang, ada kesan yang baik tentang kualitas dan produk PT Pindad”, kata Tri, “Kesan baik itulah yang akan dibawa Putra Mahkota ke Brunei”, ujarnya.

“Terus terang pasar di Brunei agak khusus, karena disana Raja sebagai panglima, tentu hal ini lebih cepat dilaporkan oleh Putra Mahkota Brunei”, kata Tri.

Lebih lanjut Tri menjelaskan bahwa dua tahun belakangan PT Pindad telah melakukan pemasaran di Brunei, “Langkah-langkah marketing telah kita lakukan, dan PT Pindad sudah dua kali ikut Bidding di Brunei”, ungkapnya.

“Hingga saat ini PT Pindad baru mengirim komponen-komponen kecil ke Brunei”, ujar Tri, “Harapannya tahun 2014, ada pengiriman alat pembuka ban khusus, namun tender utama tetap kendaraan tempur”, tegasnya.

“Putra mahkota Brunei sangat tertarik senjata, dan panser Anoa”, kata Tri, “Senjata SS 2 akan kita tawarkan, karena tentara Brunei lebih dulu menginginkan senjata SS 2”, ujarnya.

Mengenai kerjasama dengan negara lain, Tri mengatakan bahwa PT Pindad telah bekerjasama dengan beberapa negara di Asia dan Asia tenggara.

“Sudah ada beberapa negara di Asia Tenggara yang telah bekerjasama dengan PT Pindad, dalam hal pembelian senjata dan amunisi”, ungkap Tri.

“Kami tetap Fight walaupun banyak saingan”, ujar Tri, “Sebagai contoh, di Malaysia, walaupun PT Pindad belum Deal kontrak, kami sudah masuk dalam nomor satu pilihan mereka dan mengalahkan lima kandidat”, tegas Tri.

“Harapan kami, setelah kebutuhan dalam negeri sudah dipenuhi, kita baru akan pasarkan produksi PT Pindad ke luar negeri”, ujar Tri, “Minimal dengan pemasaran ke luar negeri PT Pindad bisa belajar lebih banyak”, kata Tri di akhir wawancara.

Tahun 2014, target penjualan PT Pindad diharapkan terealisasi di atas 2 Triliun rupiah.

Tahun 2013 lalu, realisasi pendapatan PT Pindad sudah di angka 1,8 triliun rupiah, atau di atas target.

Hingga Mei 2014, target triwulan PT Pindad sudah tercapai, tapi untuk satu tahun belum signifikan, dikarenakan ketentuan kontrak dari User baru berjalan di bulan April. (Bagoes Rinthoadi).