Kota Baru Parahyangan Menggelar Gunungan Festival 2014

IMG_20140508_112955

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kota Baru Parahyangan bekerjasama dengan King Entertainment dan Tatali akan menggelar Gunungan International Mask & Puppet Festival 2014 bertajuk, “Mask is Everywhere”, Sabtu-Minggu, (24-25/5/2014), bertempat di Bale Pare Kota Baru Parahyangan jalan Panyawangan Padalarang Bandung Barat.

Hal ini terungkap dalam Road to Gunungan Festival 2014, Kamis, (8/5/2014), di Toko You jalan Hasanuddin Bandung.

Road to Gunungan Festival 2014 diisi dengan diskusi mengenai topeng bersama Pakar Etnomusikologi Endo Suwanda dan Direktur Gunungan Festival Iman Noer Adi.

“Di dalam tradisi topeng di Jawa dan Bali ada empat karakter dasar yaitu, karakter halusan, lincah, kalem gagah, dan galak gagah”, kata Endo di awal paparannya.

“Pada tahun 1920, timbul adopsi dari para penari Bandung di kalangan menak ke atas untuk mempelajari kesenian topeng”, ujar Endo, “banyak gerakan pada kesenian topeng yang bergaya pedesaaan dibangsawankan oleh para aktivis tari”, ungkapnya.

Lebih lanjut Endo menjelaskan berbagai kesenian topeng yang ada di Jawa Barat, “Di Bandung ada tradisi topeng karya Cece Sumantri, dan di Ujungberung ada seni tari topeng Benjang”, ujarnya.

“Beberapa seni topeng yang cukup favorit diantaranya topeng Priangan dari Cirebon, topeng Minak Jingga dan topeng Jingga Anom, kata Endo, “Yang menarik, ada seni pertunjukan topeng Banjet dari Karawang yang dalam pementasannya tidak memakai topeng”, ungkapnya.

“Saat ini kesenian selalu berubah-ubah, dan semua Empu menciptakan hal-hal yang baru”, ujar Endo, “Tetapi saya selalu memakai pakem-pakem yang benar”, kata Endo di akhir paparannya.

Direktur Gunungan Festival Iman Noer Adi mengatakan bahwa pihaknya akan mengajak anak-anak panti asuhan untuk menonton Gunungan International Mask & Puppet Festival 2014, “Bukan profit saja yang kita cari, tetapi tujuan utama kita adalah generasi muda”, tegasnya.

Lebih lanjut Iman mengatakan bahwa Gunungan Festival diadakan sejak tahun 2012, “Tahun pertama dan kedua kita tidak fokus ke objek, tapi lebih ke acara Gunungannya”, ujarnya, “Tahun depan penekanan lebih pada festival wayangnya”, kata Iman di akhir penjelasannya.

Gunungan International Mask & Puppet Festival 2014 merupakan arena silaturahmi sekaligus pesta para penggiat, peminat serta penikmat kesenian topeng dan wayang.

Dalam acara ini akan ada ruang untuk berpameran serta workshop tentang semua hal yang berhubungan dengan topeng dan wayang.

Berbagai aktivitas pembuatan wayang dan topeng akan ditunjukkan kepada para pengunjung, bahkan para pengunjung dapat mencoba memahat atau menggambar bersama.

Pertunjukkan Gunungan Festival 2014 di mulai dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB.

Berbagai acara yang sudah disiapkan antara lain, Tari Topeng Kolosal “Transformasi Panji’, Tribute to Slamet Gundono dan Asep Sunandar Sunarya, dan Pameran Seni “The Show Mask Go On”.

Seniman-seniman yang terlibat diantaranya, Aerli Rasinah, Alfiyanto, Anouk Wilke, Apep Hudaya, Asrizal Nur, Bian Lin, Carmencita Palermo, Deddy Koral, Didik Nini Thowok, Eko Supriyanto, Elena Diez Villagrsa, Endah Laras, Endo Suwanda, Godi Suwarna.

Selain itu akan ada, I Made Sidia, Iman Soleh, Jennifer Goodlander, Kalang Kamuning, Kinang Putra, Lena Guslina, Mathieu Augereau, Nani Sawitri, PM Toh, Pojok Si Cepot Riswa, PPS Panglipur, Pusbitari Irawati Durban.

Serta penampilan Ria Enes & Susan, Reog Ponorogo, Thomas Herfort, Victor HugoHidalgo, Wajiwa Dance Theatre, Wanggi Hoediyatno, Wawan S Husein, dan 4 Peniti. (Bagoes Rinthoadi)