Dua Ranger STIE INABA Akan Mendaki Island Peak di Nepal

IMG_20140510_201530

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Iman Manahrasa (35 thn), dan Dukut Budiono (47 thn) yang berasal dari Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam Ranger STIE INABA Bandung, rencananya akan melakukan pendakian ke puncak Island Peak (6.160 meter di atas permukaan laut) di Sagarmatha National Park kawasan Pegunungan Himalaya Nepal.

Hal ini terungkap dalam Press Conference pendakian Island Peak, Jumat, (9/5/2014), di Sekretariat Ranger STIE INABA Bandung jalan Soekarno Hatta Bandung, turut hadir Manager Team Ekspedisi Dedi Kurniawan dan para anggota Ranger.

Iman dan Dukut akan tergabung dalam Team, “Ekspedisi Merah Putih Bandung Untuk Indonesia”, bersama satu orang Tutor yang berasal dari Team Seven Summit.

“Kita akan memberangkatkan Team Ekspedisi Merah Putih yang berjumlah tiga orang pada Senin dinihari tanggal 12 Mei 2014”, kata Manager Team Ekspedisi Dedi Kurniawan di awal paparannya, “Sebelum berangkat, akan ada upacara pelepasan di lapangan STIE INABA Minggu, 11 Mei 2014 pukul 15.00 WIB”, ujar Dedi.

“Pendakian ini merupakan pendakian awal ke Island Peak, dan memakan energi yang besar”, kata Dedi, “Kita ingin memberikan yang terbaik bagi negara”, tegasnya, “Kita memang himpunan kecil tetapi kita berkeinginan besar”, ujarnya.

Lebih lanjut Dedi mengatakan bahwa Team Ekspedisi Merah Putih akan selalu memberikan laporan setiap jamnya, “Saya hanya memantau para pendaki di Bandung”, kata Dedi, “Hingga ketinggian 4000 m para pendaki masih bisa mengirim SMS”, ujarnya.

Mengenai proses seleksi pendaki, Dedi menjelaskan bahwa proses seleksi internal dilakukan terhadap 5 calon pendaki, namun para pendaki muda gugur karena belum siap dan terbentur waktu perkuliahan, “Pendaki baru tidak sekaliber pendaki senior”, ungkap Dedi, “Lagi pula kita terbentur dana, maka hanya dua pendaki saja yang berangkat”, ujarnya.

“Harapan kami setelah para pendaki kembali, ada wawasan baru tentang bagaimana mengelola taman nasional seperti di Sagarmatha National Park”, kata Dedi di akhir paparannya.

Mengenai teknis pendakian, Dukut Budiono menjelaskan bahwa mengapa Island Peak dipilih, dikarenakan gunung ini memiliki histori perjalanan yang paling panjang.

“Total perjalanan adalah 21 hari, tapi bisa menjadi satu bulan dikarenakan kita menunggu antrian jadwal penerbangan di Nepal, lagipula kita menggunakan pesawat kecil”, kata Dukut, “Untuk menuju Kathmandu, kita harus ke Kualalumpur Malaysia terlebih dahulu”, ujarnya.

Lebih lanjut Dukut menjelaskan bahwa dari Lukla Nepal ke Base Camp Island Peak, jaraknya seperti Bandung-Garut, namun ditempuh dengan berjalan kaki selama satu minggu di ketinggian 4000 m.

Dukut mengatakan bahwa semula timnya akan mendaki puncak Everest, namun dipending dan hanya mendaki ke puncak Island Peak saja.

“Latar belakang saya bukan dipendakian tetapi di River Boat dan panjat tebing”, kata Dukut, “Kami melakukan pendakian ke Island Peak agar menjadi inspirasi himpunan-himpunan pecinta alam kecil yang ada di kota Bandung, dan di kemudian hari kami dapat membantu mereka”, ujarnya.

Mengenai persiapan pendakian, Dukut mengatakan bahwa dirinya dan Iman mempersiapkan diri secara fisik melalui Jogging dan latihan berat lainnya.

“Saya selama dua bulan makan bawang putih, agar di Island Peak tidak mengalami pembekuan darah”, ungkap Dukut, untuk diketahui bahwa Sir Edmund Hillary yaitu pendaki pertama Puncak Everest, juga memakan bawang putih di setiap pendakiannya.

Lebih lanjut Dukut mengungkapkan bahwa mengapa timnya tidak melakukan pendakian di dalam negeri seperti ke Cartensz Pyramid (4.884m) di Papua, dikarenakan biaya menuju kesana lebih mahal tiga kali lipat daripada berangkat ke Island Peak maupun ke Everest.

“Biaya mendaki ke Nepal pulang pergi hanya sebesar 50 juta rupiah per orang, sedangkan biaya mendaki ke Cartensz Pyramid untuk pergi belum termasuk pulang sebesar 70 juta rupiah per orang”, ungkap Dukut.

“Antara fakta dan dunia maya mengenai biaya menuju Cartensz Pyramid bisa berbeda”, kata Dukut, “Masuk jembatan saja di Papua bayar satu juta rupiah, masuk gereja bayar dua juta rupiah, belum lagi ada perang suku”, ungkapnya.

Cartensz Pyramid termasuk 7 puncak yang diharuskan didaki oleh para petualang, dikarenakan Gradenya paling tinggi, dan dihadapkan dengan halang rintang di luar teknis.

Mengenai pembiayaan menuju Island Peak di Nepal, terkuak bahwa Ranger STIE INABA melakukannya secara swadaya dan tanpa bantuan pemerintah, padahal mereka membawa harum nama Indonesia.

Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam Ranger STIE INABA Bandung, tercatat telah menaklukan hampir semua gunung di Indonesia kecuali Cartensz Pyramid di Papua.

Ranger STIE INABA berdiri sejak tahun 1984, dan hingga saat ini memiliki 360 anggota, temasuk di dalamnya 230 anggota utama.

Dukut Budiono sendiri merupakan angkatan ketiga Ranger, “Kebanyakan para pendaki yang mendaki ke puncak Everest hanya untuk menyenangkan sponsor, tetapi kita tidak mengarah ke arah sana”, kata Dukut di akhir paparannya. (Bagoes Rinthoadi)