Mulai 1 Juni 2014 Jadwal Keberangkatan Kereta Api Berubah

IMG_20140512_150721

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Manajer Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung Zunerfin mengatakan bahwa per 1 Juni 2014, PT KAI akan memberlakukan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) baru.

Hal tersebut dikatakan Zunerfin pada Saat Press Conference PT KAI, Senin, (12/5/2014), di Kantor PT KAI Daop 2 jalan Stasiun Selatan Bandung.

Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2014 akan menggantikan Gapeka 2013 yang menjadi acuan perjalanan KA sejak 1 Maret 2013 hingga 31 Mei 2014.

“Faktor yang menjadi pertimbangan PT KAI memberlakukan Gapeka 2014 diantaranya adanya jalur ganda KA lintas utara Jawa yang telah siap dioperasikan”, kata Zunerfin di awal penjelasannya.

Jalur ganda tersebut diantaranya Pekalongan-Surabaya Pasar Turi, Prupuk-Larangan, Maja-Parungpanjang, dan Turi-Tangerang.

“Faktor lainnya adalah adanya peningkatan kecepatan, penambahan jumlah perjalanan, dan perpanjangan relasi perjalanan beberapa KA”, ujar Zunerfin.

Selain itu adanya penyesuaian jadwal perjalanan KA jarak jauh tujuan Jakarta dengan operasional KRL untuk mengakomodir kebutuhan transportasi pengguna jasa Commuter Line di Peak Hour.

“Yang banyak mengalami perubahan jadwal adalah KA Turangga dan Malabar, rata-rata maju satu jam”, kata Zunerfin, “Perubahan tersebut sudah dievaluasi dan bertujuan untuk kelancaran”, ujarnya, “Kelebihan pemberlakuan Gapeka baru kedatangan KA ¬†menjadi 30-60 menit lebih cepat”, tegasnya.

Lebih lanjut Zunerfin mengatakan bahwa KA Pasundan untuk lebaran terdapat perubahan, “Jumlah kursi KA Pasundan bertambah”, ungkap Zunerfin, “Dampak perubahan jadwal adalah penumpang sampai ketujuan lebih cepat, dikarenakan jalur ganda sudah dioperasikan, terutama jalur utara”, katanya.

Mengenai jumlah kursi KA, Zunerfin menjelaskan bahwa total kursi KA Lodaya menjadi 912 kursi, KA Pasundan menjadi 684 kursi, dan Kutajaya Selatan menjadi 684 kursi (satu gerbong 56 kursi).

Mengenai perjalanan KA reguler Zunerfin menjelaskan bahwa Daop 2 menambah perjalanan KA yang semula 44 menjadi 50 perjalanan,”Untuk peningkatan layanan, ada KA yang diberhentikan seperti di stasiun Kiaracondong”, ujar Zunerfin, “Untuk KA jarak jauh tidak ada yang berhenti”, tegasnya.

Mengenai tiket arus mudik, Zunerfin menegaskan bahwa tiket KA diborong agen kecil kemungkinan, karena PT KAI menerapkan sistem online, “Tiket mudik sudah habis sampai 24 Mei 2014, namun belum termasuk KA tambahan, kata Zunerfin, “Tiket mudik telah terjual hingga 100 persen untuk tanggal 24-27 Mei 2014”, tegasnya.

Lebih lanjut Zunerfin menjelaskan tentang okupansi, “PT KAI bisa dapat okupansi lebih dari penumpang yang turun ditengah jalan, yaitu sekitar 5 hingga 10 persen”, kata Zunerfin di akhir paparannya.

Untuk perjalanan KRL, terdapat 91 tambahan perjalanan di Gapeka 2014, hal ini dilakukan untuk mencapai target 1,2 juta penumpang di tahun 2018.

Berikut KA dengan pergeseran jam keberangkatan cukup tinggi di Daop 2 Bandung: Turangga SGU-BD 18.15, Turangga BD-BJR-KYA-SGU 19.00, Harina SBI-BD 17.15, Malabar ML-BD 14.30, Malabar BD-ML 18.00, Mutiara Selatan BD-SGU 16.00, dan Mutiara Selatan SGU-BD 19.00. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.