Menparekraf Hadiri Grand Recruitment 2014 di STP Bandung

IMG_20140513_111517

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu berkesempatan membuka secara langsung The 8th International Tourism & Hospitality Grand Recruitment 2014 di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung jalan Setiabudhi Bandung, Selasa, (13/5/2014).

Turut hadir dalam acara ini, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung Anang Sutono, dan Ketua Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) Joko Sudibyo.

Seusai membuka Grand Recruitment 2014, Menparekraf Mari Elka Pangestu juga memberikan pengarahan dalam Musyawarah Nasional Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) yang memiliki 86 anggota Sekolah Tinggi Pariwisata se-Indonesia.

“Lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata harus bersertifikasi dan kompeten”, kata Menparekraf Mari Elka Pangestu dalam sesi Press Conference, “Dikarenakan satu dari sebelas pekerjaan di indonesia dan di dunia adalah sektor pariwisata”, tegas Mari.

“Indonesia menyerap tenaga kerja di bidang pariwisata sebesar 10 persen”, kata Mari, “Selain itu sektor pariwisata menyumbang 4 persen perekonomian dan 8 persen Product Domestic Bruto Indonesia”, tegasnya.

“Saat ini di Indonesia terdapat 10,1 juta tenaga kerja yang bekerja di sektor pariwisata”, ujar Mari, “Bahkan sektor pariwisata adalah penyumbang devisa nomor empat di Indonesia”, katanya, “Perputaran uang sektor pariwisata setiap tahunnya di dalam negeri mencapai 175 triliun rupiah”, tegasnya.

Lebih lanjut Mari mengatakan bahwa kombinasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sangat penting agar kedua sektor ini berkembang, “Sebagai contoh, setelah ada film Laskar Pelangi, tingkat kunjungan ke Bangka-Belitung naik sebesar 1800 persen”, kata Mari.

“Mengenai Grand Recruitment 2014 di STP Bandung, Mari mengatakan bahwa sebenarnya Grand Recruitment diperuntukkan bagi lulusan STP Bandung saja, namun sejalan dengan dinamika dan perkembangan yang ada, akhirnya lulusan di luar STP Bandung boleh datang dan ikut melamar.

“Pendidikan tinggi Pariwisata adalah pusat pengembangan SDM pariwisata yang berkualitas, Qualified, dan Certified, yang mampu mengantarkan anak bangsa bersaing di tingkat global, khususnya menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015”, kata Mari di akhir paparannya.

Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung Anang Sutono dalam penjelasannya lebih menyoroti kaum difabel yang bekerja di sektor pariwisata, “Ada kriteria khusus untuk difabel yang bekerja di bidang pariwisata”, kata Anang, “Bahkan Low Vision dan cacat kaki bisa diakomodir, dan bekerja di hotel”, ungkap Anang.

“Kalau hotel tidak memiliki pegawai difabel, berarti hotel tersebut tidak ada perhatian kepada kaum difabel”, tegasnya.

“Diharapkan sebesar satu persen difabel bekerja di hotel”, kata Anang, “Bahkan di luar negeri kaum difabel yang bekerja di hotel di atas 7 persen”, ujarnya.

“Di akhir paparannya Anang mengatakan bahwa bekerja di sektor pariwisata menimbulkan kebahagiaan dan mengurangi pengangguran”, “Siapapun nanti pemimpinnya, sektor pariwisata harus diperhatikan”, tegasnya.

The 8th International Tourism & Hospitality Grand Recruitment 2014 yang diselenggarakan oleh Professional Development Center (Prodec) STP Bandung mengusung tema “Equal Employment Opportunity for a Better Life”.

Grand Recruitment 2014 berlangsung selama dua hari (13-14/5/2014) bertempat di DOME STP Bandung.

Acara ini diikuti 50 perusahaan dari dalam dan luar negeri, serta membuka 10.000 lowongan pekerjaan, baik di bidang perhotelan, Cruise Ship, Airline, Resort, Retail, Restaurant, dan lain-lain.

STP Bandung menargetkan Grand Recruitment ini diikuti lebih dari 5000 pencari kerja dari berbagai kalangan. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.