Laskar Santri Nusantara Berharap Jokowi-JK Peduli Pesantren

IMG_20140526_135443ARCOM.CO.ID ,Bandung. Laskar Santri Nusantara Jawa Barat berharap pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla jika terpilih pada Pilpres 2014 untuk lebih peduli terhadap kaum santri yang berbasis pesantren.

Hal ini terungkap dalam acara penggalangan tanda tangan di atas kain putih sepanjang 100 meter bertajuk, “1001 Harapan Laskar Santri Nusantara Untuk Presiden Jokowi-JK”, Senin, (26/5/2014), di sepanjang jalan Sancang Bandung.

Turut hadir dalam acara ini, Koordinator Laskar Santri Nusantara Jawa Barat Ceng Misbah Solihin, Sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Barat Syaiful Huda, dan ratusan santri.

“Pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla mewakili harapan kaum santri”, kata Koordinator Laskar Santri Nusantara Jawa Barat Ceng Misbah Solihin di awal paparanya, “Karakter kepemimpinan Jokowi sesuai dengan gaya kepemimpinan pesantren”, ujarnya.

“Kepribadian Jokowi santun dan sederhana”, kata Ceng Misbah, “Sedangkan Jusuf Kalla merupakan warga NU tulen yang kental dengan budaya dan tradisi pesantren”, tegasnya.

Lebih lanjut Ceng Misbah menegaskan bahwa Laskar Santri Nusantara Jawa Barat berharap sosok Jokowi-JK nantinya melakukan gebrakan nyata yang berpihak kepada Pesantren, “Pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua yang kontribusinya kepada negara tidak perlu dipertanyakan lagi”, kata Ceng Misbah di akhir paparannya.

Sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Barat, Syaiful Huda, dalam wawancara singkat mengatakan bahwa PKB menyambut baik dukungan yang diberikan Laskar Santri Nusantara Jawa Barat kepada Jokowi-JK.

“Saya akan berikan spanduk berisi harapan ini kepada Jokowi dan JK”, kata Syaiful Huda, “Malam nanti PKB akan berkonsolidasi, oleh karenanya spanduk ini akan kami bawa ke Jakarta”, tegasnya.

Berikut lima garis besar harapan para santri yang tergabung dalam Laskar Santri Nusantara Jawa Barat: Menegakkan Islam Rahmatan lil Alamin yang cinta damai, Meningkatkan kepedulian pemerintah terhadap kaum santri yang berbasis Pesantren, Menegakkan Hak Asasi Manusia, Membangun ekonomi kerakyatan berbasis Pesantren, dan Menjadikan Pesantren sebagai modal penguatan moral bangsa. (Bagoes Rinthoadi)