TB Hasanuddin: Pabrik Saja Menolak Bila Satpamnya Berasal Dari TNI yang Dipecat

IMG_20140601_100026ARCOM.CO.ID ,Bandung. Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat TB Hasanuddin yang kini berstatus Purnawirawan berpangkat Mayor Jenderal mulai melancarkan serangan politik terhadap kubu Capres Prabowo.

Hal ini terjadi dalam sesi Konferensi Pers PDI Perjuangan Jabar, Minggu, (1/6/2014), di Sekretariat PDI Perjuangan Jawa Barat jalan Pelajar Pejuang Bandung.

“Saya selama 23 tahun berkumpul dengan Prabowo”, kata TB Hasanuddin di awal paparannya, “Namun ketika itu Prabowo disimpulkan oleh Dewan Kehormatan Perwira ABRI bahwa Prabowo tidak layak menjadi prajurit ABRI, maka Prabowo dicopot dan diberhentikan dari anggota ABRI atas dasar kepatutan”, tegas TB Hasanuddin.

Lebih lanjut TB Hasanuddin menjelaskan bahwa Dewan Kehormatan Perwira adalah unit kerja/ tim yang dibentuk berdasarkan situasi tertentu untuk penyelidikan dan penyidikan terhadap perwira yang karena tabiat buruk, sikap, dan perbuatan dapat mengganggu sendi-sendi ABRI (sekarang TNI), “Namun Urusan pidana bukan urusan Dewan Kehormatan”, ujar TB Hasanuddin.

“Dewan Kehormatan bertujuan untuk memutuskan apakah perwira ini layak atau tidak layak sebagai perwira pertama, menengah atau jenderal”, kata TB Hasanuddin.

“Yang menjadi pertanyaan, apakah layak seseorang yang sudah diberhentikan dari TNI tiba-tiba muncul dan menjadi Panglima tertinggi TNI?”, tegas TB Hasanuddin, “Pabrik saja menolak bila satpamnya berasal dari anggota TNI yang dipecat!”, kata TB Hasanuddin di akhir paparannya.

Sebagai kilas balik, di tahun 1998 Prabowo menjabat sebagai Panglima Kostrad (Pangkostrad) dengan pangkat Letnan Jenderal, tetapi Presiden B.J. Habibie kala itu mencopotnya, padahal Prabowo baru menjabat Pangkostrad selama dua bulan. (Bagoes Rinthoadi)