Abdy Yuhana: Pilpres 2014 Dikhawatirkan Tidak Jujur dan Adil

IMG_20140604_003304ARCOM.CO.ID ,Bandung. Koordinator Team Advokasi Joko Widodo – Jusuf Kalla Tingkat Jawa Barat Abdy Yuhana, menyatakan bahwa Pemilu Presiden 2014 dikhawatirkan tidak akan berjalan jujur, adil, dan berintegritas akibat intervensi kekuasaan yang menghalalkan segala cara untuk memenangkan Calon Presiden dan Wakil Presiden Tertentu.

Hal ini dikatakan Abdy Yuhana dalam sesi Konferensi Pers Team Advokasi Jokowi-JK, Selasa, (3/6/2014), di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Jawa Barat jalan Pelajar Pejuang Bandung.

“Kami berharap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) bertindaklah sebagai wasit dan tidak ikut bermain dalam Pilpres 2014”, kata Abdy Yuhana di awal penjelasannya.

“Selain itu bila ada masyarakat yang belum tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) agar melapor dan mendaftarkan dirinya agar hak-haknya tidak hilang”, kata Abdy, “Kami akan mengawal secara lurus”, ujarnya.

Lebih lanjut Abdy Yuhana mengatakan bahwa Team Advokasi Jokowi-JK sudah banyak mendapatkan laporan tentang Black Campaign (Kampanye Hitam), “Black Campaign dan Negative Campaign yang kami terima lebih banyak daripada pasangan Prabowo-Hatta”, ujar Abdy, “Kami yakin pasangan yang kami usung bersih”, tegasnya.

“Pemerintahan yang masih berkuasa saat ini jangan menyalahgunakan kekuasaan”, kata Abdy, “Pejabat negara diharapkan tidak memanfaatkan celah terkait penggunaan atau penyalahgunaan fasilitas negara dalam berkampanye”, ujarnya.

“Seluruh aparat keamanan negara termasuk Badan Intelijen Negara (BIN) harus bersikap profesional dan netral selama pelaksanaan Pilpres 2014”, tegas Abdy.

Di akhir paparannya Abdy Yuhana mengatakan bahwa apabila terdapat perbuatan tidak jujur, tercela, serta perbuatan yang mencederai demokrasi dan rasa keadilan, Team Advokasi Joko Widodo – Jusuf Kalla Tingkat Jawa Barat siap melakukan Advokasi 24 jam. (Bagoes Rinthoadi)