Kapolda Jabar Iriawan Silaturahmi Dengan Media Massa

IMG_20140612_234303ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat Mochammad Iriawan akhirnya menggelar silaturahmi dengan Media Massa se- Jawa Barat, baik Media cetak, elektronik, maupun Online.

Acara silaturahmi Kapolda Jabar dengan Media Massa berlangsung Senin, (9/6/2014), di Rumah Makan Sari Sunda jalan Soekarno Hatta Bandung.

“Kontribusi wartawan amat besar dalam menjaga kondusifitas di Jawa Barat”, kata Kapolda Jabar Mochammad Iriawan di awal pidato sambutannya, “Pihak kepolisian harus cepat menjawab dan menanggapi pertanyaan wartawan, karena bila tidak cepat ditanggapi akan terjadi distorsi”, ujar Iriawan.

Mengenai Pilpres 2014, Iriawan mengatakan bahwa Pilpres membuat suhu politik di Indonesia meningkat, “Wartawan harus mencermati betul berita baru-baru ini tentang Babinsa yang tidak netral di Sumedang”, kata Iriawan, “Ternyata hal itu tidak terjadi”, ujarnya, “Kasihan Babinsanya, wartawan jangan menambah ramai masalah Babinsa “, tegasnya.

“Polisi dalam Pilpres jelas netral, otomatis Polda Jabar dan 5800 Babinkamtibmas ikut netral”, kata Iriawan, “Saat ini situasi kamtibmas di Jawa Barat kondusif”, tegasnya.

Lebih lanjut Iriawan mengatakan bahwa Polda Jabar dalam Pola Pengamanan TPS di Pilpres 2014 menurunkan pasukan sejumlah 15.608 polisi, “Polda Jabar menugaskan 22 Polres, 71 pejabat utama dibantu satu Pamen Polda”, ujarnya, “Sedangkan TNI menurunkan 32 SSK”, ungkapnya.

Mengenai kasus penculikan dan pemerkosaan mahasiswi Unpad Jatinangor, Iriawan menjelaskan bahwa Polda Jabar telah menyelidiki kasus tersebut, “Setelah diselidiki ternyata di daerah tersebut tidak ada kasus penculikan”, tegasnya.

“Mahasiswi tersebut mengaku diculik jam 20.00 WIB, ternyata jam 23.00 WIB yang bersangkutan sedang menelfon pacarnya, dan ditelfon mesra-mesraan”, ungkap Iriawan, “Selain itu berdasarkan hasil visum, tidak ditemukan kekerasan dalam organ intimnya”, ujarnya. “Di mata teman-temannya, kondite mahasiswi tersebut kurang baik”, kata Iriawan, “Kita semua rugi memberitakan kasus tersebut”, ujarnya.

Di akhir paparannya Iriawan menegaskan bahwa Polda Jabar siap melakukan pertemuan dengan Media Massa se-Jawa Barat minimal setiap dua bulan sekali. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.