Ribuan Relawan Hadiri Pembekalan Dulur Jokowi – JK di Bandung

IMG_20140618_152922ARCOM.CO.ID ,Bandung. Ribuan Relawan Capres-Cawapres RI Joko Widodo dan Jusuf Kalla terlihat hadir dalam acara pembekalan Relawan Dulur Jokowi-JK di kota Bandung.

Hal ini terlihat dalam acara Pembekalan Relawan “Dulur Jokowi-JK”, Rabu, (18/6/2014), di Gedung Bungsuna Dewi jalan Terusan Kiaracondong Bandung.

Turut hadir dalam acara pembekalan ini Sesepuh Jawa Barat Ginanjar Kartasasmita dan Ketua Relawan Dulur Jokowi-JK Soma Gantika.

“Kita memerlukan usaha yang besar dan kerja keras dengan cara turun langsung ke rakyat”, kata Sesepuh Jawa Barat Ginanjar Kartasasmita di awal paparannya, “Dengan demikian, bila Jokowi dan Jusuf Kalla menang besar dalam Pilpres tidak meninggalkan persoalan”, tegasnya.

Lebih lanjut Ginanjar meminta agar para Relawan Dulur Jokowi-JK tidak terlalu fokus menggarap suara golongan elit, karena tidak semua masyarakat tergarap media elektronik.

“Walaupun saya belum terlalu kenal Jokowi, menurut saya Jokowi adalah pemimpin yang sederhana, jujur, tulus, amanah, dan lahir dari rakyat”, ujar Ginanjar, “Saya memilih Jokowi setelah saya melakukan Istikharah”, kata Ginanjar di akhir paparannya.

Ketua Relawan Dulur Jokowi-JK Soma Gantika dalam wawancara mengatakan bahwa Deklarasi Dulur Jokowi-JK seluruh Jawa Barat telah dilaksanakan di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) beberapa waktu yang lalu, “Kegiatan pembekalan ini merupakan tindak lanjut dari Deklarasi di Sabuga”, ungkapnya.

“Kami melakukan pembekalan kepada relawan Dulur Jokowi-JK dikarenakan mereka akan menjadi relawan di Desa-Desa untuk menyentuh masyarakat secara langsung”, kata Soma.

Lebih lanjut Soma menjelaskan bahwa kegiatan pembekalan Dulur Jokowi-JK telah dilaksanakan di Bogor (4 Kabupaten), Karawang (5 Kabupaten), dan Kuningan (5 Kabupaten), “Pembekalan terakhir di Bandung Raya ditambah Sumedang”, katanya.

“Pembekalan ini memberikan teknis langsung kepada Dulur Jokowi-JK agar tindakan para Dulur menjadi simpatik di mata masyarakat”, ujar Soma, “Relawan ini kita cipatakan strukturnya hingga tingkat desa, dan tiap desa se-Jawa Barat kita punya agen-agen Dulur Jokowi-JK”, tegasnya.

“Hingga saat ini jumlah relawan Dulur Jokowi-JK sudah mencapai 6000 orang”, ungkap Soma, “Target kami ingin memenangkan pasangan no 2 Jokowi-JK dengan persentase suara sebesar 60 persen”, kata Soma.

Soma mengatakan bahwa bila Jokowi-JK menang, diharapkan selisih kemenangannya jangan terlalu tipis
“Kalau bisa kita menang agak jauh, karena jika menang tipis bisa jadi sengketa”, ujarnya.

Mengenai Jokowi, Soma menegaskan bahwa sosok jokowi santun, dan menyentuh masyarakat, “Sosok Jokowi akhirnya dapat membentuk relawan Dulur Jokowi-JK yang jumlahnya hingga ribuan hanya dalam waktu sepuluh hari”, katanya, “Relawan Dulur Jokowi-JK di lapangan tanpa amunisi dan tanpa bantuan apapun, tetapi mereka terus bergerak”, ujarnya.

Mengenai kampanye hitam, Soma menjelaskan bahwa kampanye hitam di daerah-daerah sudah diinventarisir, “Ada sedikit dampak terhadap kami, dan para relawan harus menepisnya, bukan malah balik memfitnah”, tegasnya, “Biarkan saja orang tersebut menebar fitnah, yang terpenting kita akan fokus berjuang memenangkan Jokowi-JK dengan meraih massa sebanyak-banyaknya”, ujarnya.

“Sebagian besar Dulur Jokowi-JK menawarkan diri secara langsung, maupun dengan diajak, tapi mayoritas mereka bergabung dengan maksud berjuang memenangkan Jokowi -JK”, ungkapnya.

Lebih lanjut Soma mengatakan bahwa setiap satu orang Dulur Jokowi-JK memiliki tugas,”Mereka akan datang ke rumah-rumah dan melakukan pergerakan untuk menyentuh orang-orang yang belum menentukan pilihan”, katanya.

Mengenai persaingan kedua kubu Capres-Cawapres, Soma mengatakan bahwa kompetisi antara dua kubu tidak dalam kapasitas saling berhadap-hadapan secara langsung dan memecah belah persatuan, tetapi dilakukan secara demokratis, beradab, saling menghormati, dan menghargai

Di akhir wawancara Soma berharap bagi yang belum memutuskan dan menentukan pilihannya, agar segera bergabung dengan Dulur Jokowi-JK, karena pasangan Jokowi-JK menggambarkan representasi masyarakat Indonesia. (Bagoes Rinthoadi)