Soldaten Kaffe Bukan Cafe Nazi

IMG_20140621_134139ARCOM.CO.ID ,Bandung. Setelah satu tahun tidak beroperasi karena dituduh menyebarkan ideologi Nazi , akhirnya Soldaten Kaffe kembali buka dengan konsep militer perang dunia II.

Hal ini terungkap dalam Konferensi Pers Soldaten Kaffe, Sabtu, (21/6/2014), di Soldaten Kaffe jalan Cikawao Bandung, turut hadir Pemilik Soldaten Kaffe Henry Mulyana dan Kuasa Hukum Rohman Hidayat.

“Saya harap tidak terjadi kesimpangsiuran yang mengatakan Soldaten Kaffe adalah Cafe Nazi”, kata¬†Rohman Hidayat selaku kuasa hukum Henry Mulyana di awal paparannya, “Cafe ini tidak menyebarkan paham Nazi atau aliran politik tertentu, tetapi murni jualan”, tegasnya.

Lebih lanjut Rohman mengungkapkan bahwa pemberitaan setahun lalu yang mengatakan Soldaten Kaffe adalah Cafe Nazi membawa dampak besar kepada Henry Mulyana dan keluarganya, “Banyak orang yang tidak paham sejarah, Henry merupakan sosok yang mengetahui sejarah”, kata Rohman.

“Konsep awal Soldaten Kaffe adalah militer Jerman era Perang Dunia II”, kata Rohman, “Bila diberitakan menggunakan istilah Cafe Nazi, akan memiliki konotasi arti yang sangat berbeda dan negatif”, ujarnya.

“Henry Mulyana adalah seorang pegiat sejarah yang memilih untuk mengisi waktu luangnya menggali sejarah lebih dalam”, ujar Rohman, “Sayangnya orang terlalu malas untuk memilah informasi dari arus Mainstream dan menelannya mentah-mentah tanpa berusaha mencerna terlebih dahulu”, kata Rohman.

“Saya tekankan lagi Soldaten Kaffe baru di bawah manajemen baru bukan Cafe Nazi, tetapi konsep Cafe ini adalah militer Perang Dunia II”, kata Rohman di akhir paparannya.

Pemilik Soldaten Kaffe Henry Mulyana
dalam pernyataan mengatakan bahwa Soldaten Kaffe atau kafe serdadu hanya menjual suasana militer perang dunia II, “Soldaten Kaffe tidak hanya menggambarkan sejarah Jerman, tetapi menampilkan juga sejarah tentara Jepang, Amerika Inggris, dan Belanda”, kata Henry.

Lebih lanjut Henry mengatakan bahwa dirinya memiliki banyak koleksi pernak-pernik perang dunia II, “Bila ada yang berminat silahkan membeli koleksi-koleksi saya” , kata Henry di akhir penjelasannya.

Soldatten Kaffe di jalan Cikawao saat ini tampak luas dan tertata apik, interior suasana Perang Dunia II sangat terlihat di Cafe ini, mulai dari foto Adolf Hitler, lambang Nazi, tulisan-tulisan di tembok yang berisi pernyataan Adolf Hitler dan tembok serta atap yang sengaja dibuat seperti terkena bom.

Fakta sejarah membuktikan bahwa foto naskah asli Prokamasi kemerdekaan Indonesia yang ditanda tangani Soekarno dan Mohammad Hatta diketik menggunakan mesin tik yang dipinjamkan oleh Angkatan Laut Nazi Jerman (Kriegsmarine), saat ini mesin tik tersebut berada di Museum Perumusan Naskah Proklamasi di jalan Imam Bonjol Jakarta. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.