STP Bandung Menggelar Focus Group Discussion RPJMN 2015-2019

IMG_20140624_144731ARCOM.CO.ID ,Bandung. Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Badan Pengembangan Sumber Daya dan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar Focus Group Discussion (FGD) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 Sektor Kepariwisataan.

Kegiatan Focus Group Discussion berlangsung, Selasa, (24/6/2014), di Gedung Ciremai Lantai 6 Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung jalan Setiabudi Bandung.

Turut hadir dalam acara ini Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Tekonologi Kemenparekraf Dadang Rizki Ratman, Ketua Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) Suhendroyono, Ketua DPP Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Azhari, dan para pakar sektor Kepariwisataan.

“Semua yang hadir dalam Focus Group Discussion ini diharapkan memberi masukan arah kebijakan untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 Sektor Kepariwisataan”, kata Ketua DPP Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Azhari di awal paparannya, “Acara ini merupakan Interview dalam Small Group yang terdiri dari 11 sampai 19 orang”, ujarnya.

“Selain itu Focus Group Discussion dilaksanakan untuk menggali Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dan mengevaluasi RPJMN tahun lalu”, kata Azril.

Lebih lanjut Azril menjelaskan berbagai kondisi sektor pariwisata di Indonesia, “Raja Ampat saat ini kondisinya mengkhawatirkan, dan bisa saja diambil oleh investor internasional”, kata Azril.

Mengenai perkembangan hotel di Indonesia Azril mengatakan bahwa saat ini Franchise hotel di Indonesia dibuka bebas, “Banyak hotel yang dikelola investor asing berkembang di seluruh Indonesia, contohnya Swiss Bell Hotel”, ungkap Azril, “Mengapa Hotel di Indonesia tidak mampu dibangun di luar negeri?”, kata Azril di akhir paparannya.

Focus Group Discussion (FGD) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 Sektor Kepariwisataan yang diadakan di STP Bandung membahas berbagai prioritas bidang pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Prioritas Bidang tersebut diantaranya, Bidang pembangunan sosial budaya dan kehidupan beragama, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, sarana dan prasarana, politik, pertahanan dan keamanan, hukum dan aparatur, wilayah dan tata ruang, serta sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Sektor Pariwisata merupakan industri yang akan terus berkembang, karena tahun 2030 diperkirakan jumlah wisatawan di dunia akan mencapai angka 1,8 miliar (sumber UNWTO)

Selain itu pariwisata sangat penting karena pariwisata merupakan penyumbang devisa ke-4 di Indonesia, serta memiliki dampak ekonomi yang cukup signifikan terhadap PDB, tenaga kerja dan investasi. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.