Jokowi Pantau Pengumpulan Formulir C1 di DPD PDIP Jawa Barat

IMG_20140712_155731ARCOM.CO.ID ,Bandung. Calon Presiden RI nomor urut dua Joko Widodo (Jokowi) berkesempatan memantau secara langsung pengumpulan formulir C1 di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Barat.

Hal ini terjadi dalam kunjungan Jokowi ke kota Bandung, Sabtu, (12/7/2014), di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Barat jalan Pelajar Pejuang Bandung.

Turut hadir dalam kunjungan ini, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat TB Hasanuddin, Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat Eka Santosa, perwakilan Partai Koalisi, puluhan relawan Jokowi, dan puluhan awak media baik cetak, elektronik, maupun Online.

“Saya datang ke sini untuk memastikan pengumpulan C1 di Jawa Barat”, kata Jokowi dalam sesi Konferensi Pers, “Ternyata C1 sudah terkumpul 100 persen dan tinggal dihitung”, ujarnya.

“Saya kira dengan pengawalan sampai dengan selesai, tidak akan ada C1 yang tercecer di sini”, kata Jokowi, “Suara harus sesuai dengan C1, dan C1 nya harus dipegang”, ungkapnya.

Jokowi pun sempat memantau sistem tabulasi yang berada di lantai dua kantor DPD PDI Perjuangan Jabar, “Saya harap hasil tabulasi tidak berbeda jauh dengan hasil Quick Count”, katanya “Saya tidak ingin ada perbedaan jumlah antara sistem tabulasi KPU dengan sistem tabulasi PDI Perjuangan”, tegasnya.

Lebih lanjut Jokowi mengatakan bahwa sistem penghitungan suara berdasarkan laporan sementara tidak ada masalah, “Sistemnya sudah bagus sekali, apabila ada satu suara yang berubah maka akan kelihatan”, katanya.

“Untuk jumlah suara di Jawa Barat kalau sudah rampung baru kita bicara”, ujar Jokowi, “Tapi, angkanya tidak akan beda jauh dengan data yang ada”, ungkapnya, “Mengenai kota mana saja di Jawa Barat yang menang, silahkan tanyakan ke Ketua DPD PDIP Jabar secara langsung”, kata Jokowi di akhir paparannya.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat TB Hasanuddin mengatakan bahwa PDI Perjuangan Jabar akan mulai menghitung C1 satu persatu mulai Minggu, (13/7/2014), “Saya yakin Capres nomor urut 2 jadi Presiden”, katanya.

“Posisi suara Jokowi-JK saat ini masih sama seperti hasil Quick Count”, kata TB Hasanuddin, “Quick Count hari pertama valid dan akurat”, tegasnya.

Formulir C1 sendiri di dalamnya terdapat data jumlah pemilih yang telah terdaftar, perolehan suara kedua Calon Presiden, tandatangan KPPS dan saksi, serta informasi suara tidak sah, tidak digunakan dan suara yang rusak. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.