Lebaran Tahun 2014 RSHS Siapkan Poliklinik Siaga

IMG_20140718_173041ARCOM.CO.ID ,Bandung. Direktur Utama Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bayu Wahyudi menegaskan bahwa untuk mempersiapkan pelayanan kesehatan dalam menghadapi libur Hari Raya Idul Fitri (Lebaran) 1435 H, RSHS mengadakan program Siaga Lebaran.

Hal tersebut ditegaskan Bayu pada saat acara buka puasa RSHS bersama Media, Jumat, (18/7/2014), di RSHS jalan Pasteur Bandung.

“Program Siaga Lebaran akan dimulai pada 21 Juli hingga 3 Agustus 2014”, kata Bayu di awal paparannya, “Program ini dilakukan sesuai komitmen RSHS yang akan selalu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat”, ujarnya.

“Seperti tahun sebelumnya RSHS selalu mempersiapkan fasilitas maupun sumber daya manusia untuk memberikan pelayanan kesehatan, terutama terhadap lonjakan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD)”, katanya.

Lebih lanjut Bayu mengatakan bahwa untuk menunjang Program Siaga Lebaran, RSHS akan membuka pelayanan Poliklinik Siaga mulai 28 Juli hingga 1 Agustus 2014, “Waktu pelayanan Poliklinik Siaga mulai 7.30 WIB sampai 12.00 WIB, sedangkan pelayanan Poliklinik mulai 08.00 WIB sampai 14.00 WIB”, katanya, “Lokasi pendaftaran di Loket Pendaftaran Rawat Jalan, sedangkan pelayanan Poliklinik di area Poliklinik Bedah Instalasi Rawat Jalan”, ujarnya.

“Pelayanan Poliklinik Siaga diselenggarakan berdasarkan hasil analisis data bahwa pasien terbanyak yang masuk IGD adalah bukan pasien kasus gawat darurat”, kata Bayu, “Setelah diskrining dokter IGD bukan kasus gawat darurat (pasien kategori rawat jalan), maka pelayanan pasien akan dialihkan ke Poliklinik Siaga”, tegasnya.

Lebih lanjut Bayu menjelaskan bahwa Poliklinik Siaga disiapkan untuk melayani pasien yang harus kontrol, seperti pasien kemoterapi, dan pasien cuci darah, “Pasien tersebut tidak mungkin dihentikan pengobatannya bila jadwal kontrolnya tepat di hari libur” katanya.

Dokter spesialis yang akan Standby 24 jam di RSHS diantaranya dokter bedah, anestesi, ilmu penyakit dalam, anak, dan obgyn, selain itu akan ada dokter sub spesialis, dokter umum dan perawat sebanyak 10 orang, “Kami menyiapkan dokter empat mayor ditambah beberapa minor”, kata Bayu.

Kapasitas tampung IGD RSHS diantaranya ruang rawat sementara 40 tempat tidur, 77 brankard siap pakai, 28 velbet siap pakai, dan cadangan 20 velbet.

Sarana lain IGD diantaranya, ruang tindakan gawat darurat untuk bedah, ilmu penyakit dalam, anak, obgyn, saraf, THT, gigi mulut, kekerasan ibu dan anak ruang resusitasi, serta mobil ambulans lengkap untuk menjemput pasien sebanyak dua mobil.

Mengenai Statement Menhankam dan Panglima TNI yang akan melakukan tembak di tempat bagi para perusuh pasca Pilpres 2014, Direktur Utama RSHS Bayu Wahyudi menegaskan bahwa RSHS akan mengantisipasinya bila terjadi Chaos pasca Pilpres, “Jangan sampai kejadian luar biasa terjadi”, ujar Bayu.

“Kota Bandung sebagai salah satu penyangga sekaligus Ibukota Provinsi Jawa Barat dengan penduduk yang sangat banyak, tentunya kita akan mengantisipasi terhadap kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan”, ungkapnya, “RSHS akan mempersiapkan 165 fasilitas untuk mengantisipasi hal tersebut”, kata Bayu di akhir paparannya. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.