Unpad Beri Keadilan Pembayaran Bagi Calon Mahasiswanya

IMG_20140722_170814ARCOM.CO.ID ,Bandung. Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran (Unpad) Engkus Kuswarno menegaskan bahwa penghasilan dan jumlah tanggungan orang tua menjadi basis penentuan tarif Uang Kuliah Tunggal (UKT) di Universitas Padjadjaran.

Hal ini ditegaskan Engkus pada saat Diskusi sekaligus buka puasa bersama Media, Selasa, (22/7/2014), di Saung Pak Raden Bule jalan Banteng Bandung.

Diskusi bertema, “Penerimaan Mahasiswa Baru Unpad 2014”, turut dihadiri Kepala Biro Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Unpad Isis Ikhwansyah, Ketua Pelaksana Penerimaan Mahasiswa Baru Unpad Dudy Heriyadi, dan Kepala UPT Humas Unpad Soni A. Nulhaqim.

“Tarif Uang Kuliah Tunggal (UKT) di Unpad masih didasarkan pada penghasilan dan tanggungan orang tua”, kata Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Unpad Engkus Kuswarno di awal paparannya, “Penentuan tarif UKT akan dibagi menjadi lima kelompok”, ujarnya.

Lebih lanjut Engkus mengatakan bahwa untuk kelompok satu tarif UKT yang dinominalkan sebesar Rp 0 – Rp 500.000, kelompok dua Rp 500.000 – Rp. 1.000.000, kelompok tiga Rp 2.500.000, dan kelompok empat dan lima membayar tarif tertinggi sesuai program studinya, “Hal ini disesuaikan dengan Permendikbud nomor 55 tentang biaya kuliah tunggal”, tegas Engkus”.

“Mengapa penghasilan dan jumlah tanggungan orang tua menjadi basis penentuan tarif UKT di Unpad, karena hal ini bertujuan untuk memberikan keadilan pembayaran bagi setiap calon mahasiswa”, ungkap Engkus, “Sebagai contoh, orang yang berpenghasilan 10 juta per bulan tapi tanggungan anaknya ada 10 orang maka UKT nya tidak langsung otomatis tinggi”, katanya.

“Penghasilan dan jumlah tanggungan orang tua akan menentukan pembayaran tarif UKT berdasarkan kelompok satu hingga lima”, ujar Engkus, “Indikator lain selain penghasilan dan jumlah tanggungan adalah jabatan kerja orang tua dan tingkat pendidikannya”, ungkapnya, “Orang tua yang berbohong akan penghasilannya, maka anaknya ditunda kelulusannya”, tegasnya.

Selain itu Unpad akan mengusulkan kepada pemerintah agar calon mahasiswa yang membayar tarif UKT pada kelompok satu dan dua untuk didaftarkan ke program Bidikmisi, “Melalui Bidikmisi calon mahasiswa akan dibebaskan biaya kuliah dan diberi biaya hidup oleh pemerintah”, kata Engkus.

“Untuk tahun 2014 program Bidikmisi tidak ada kuotanya, semuanya bergantung pada seleksi,”, kata Engkus, “Hal ini merupakan nilai plus untuk membantu golongan ekonomi lemah”, ujarnya.

“Jumlah calon mahasiswa baru dari jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang mendaftar program Bidikmisi 900 orang”, ujar Engkus, “Jumlah ini akan terus meningkat, dan ditargetkan sampai 1400 calon mahasiswa”, kata Engkus di akhir paparannya.

Tahun Akademik 2014/2015 Unpad menerima 5700 mahasiswa baru untuk program Sarjana, sebanyak 2696 orang diterima melalui jalur SNMPTN, dan sisanya diterima melalui jalur SBMPTN.

Unpad di Tahun 2014 membuka kelas internasional untuk Warga Negara Asing (WNA), namun tidak semua Program Studi membuka kelas ini.

Saat ini ada 125 WNA diantaranya dari Sudan dan Timor Leste yang mendaftar ke Unpad, dan Program Studi yang paling diminati mereka adalah Kedokteran.

Universitas Padjadjaran menempati urutan pertama kampus yang paling diminati di antara kampus-kampus lain yang ada di Indonesia, dari 74 ribu pendaftar SNMPTN, semuanya berlomba-lomba untuk dapat menjadi mahasiswa Unpad. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.