Target Peserta BPJS Kesehatan di Jawa Barat Terpenuhi

IMG_3442053482133

ARCOM.CO.ID ,Sukabumi. Target Kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Jawa Barat untuk tahun 2014 telah terpenuhi bahkan terlampaui, karena hingga akhir Juli 2014 peserta BPJS Kesehatan di Jabar mencapai 19.260.670 juta orang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional V Jawa Barat Aris Jatmiko dalam acara Media Gathering BPJS Kesehatan, Jumat malam, (15/8/2014), di Nusa Ngalun Cottage Citarik Kab. Sukabumi.

“Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program baru yang harus terus disosialisasikan”, kata Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional V Jawa Barat Aris Jatmiko di awal paparannya, “BPJS Kesehatan sudah delapan bulan berjalan, namun masih banyak ditemui permasalahan-permasalahan”, ujarnya.

“Kepesertaan BPJS Kesehatan di Jawa Barat hingga akhir Juli 2014 sebanyak 19 juta lebih peserta dan diantaranya terdapat 1,7 juta jiwa pekerja swasta”, ungkap Aris, “Target peserta BPJS Kesehatan di Jawa Barat untuk tahun 2014 telah terpenuhi bahkan terlampaui”, katanya, “Sedangkan secara nasional terdapat 126,4 juta peserta BPJS Kesehatan”, ujarnya.

“Permasalahan BPJS Kesehatan saat ini adalah masih banyak masyarakat yang belum memahami cara proses pendaftaran sebagai calon peserta BPJS”, katanya, “Saya masih menemukan masyarakat yang bertanya bagaimana cara mendaftar”, ungkapnya, “Ini terkait pemahaman masyarakat, dari sisi prosedur saja masih belum tersosialisasi”, ujarnya.

Lebih lanjut Aris mengatakan bahwa masyarakat dapat mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan di kantor BPJS Kesehatan, Bank-Bank mitra BPJS Kesehatan, maupun mendaftar secara Online, “Saat ini masyarakat masih yakin daftar langsung ke kantor BPJS Kesehatan ketimbang daftar secara Online”, kata Aris, “Bahkan masih ada masyarakat yang antri sejak pukul 4 subuh”, ungkapnya.

“Masih banyak masyarakat dalam prosedur pelayanan ingin langsung dilayani di rumah sakit, terutama Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), atau RSHS Minded”, ungkap Aris.

Mengenai pembayaran iuran BPJS Kesehatan, Aris mengingatkan agar masyarakat membayar setiap tanggal 10, “Bila lupa bayar atau telat bayar akan kena denda 2 persen”, tegasnya.

“Bulan Oktober 2014 BPJS Kesehatan akan menambah kantor cabang baru di Banjar dan Depok”, kata Aris, “Di bulan November 2014 seluruh Kab/Kota di Jawa Barat akan ada kantor pelayanan BPJS Kesehatan”, tegasnya.

“Saat ini terdapat 1989 Fasilitas Kesehatan (Faskes) Primer dan 191 Rumah Sakit yang melayani peserta BPJS Kesehatan”, kata Aris, “Hingga akhir tahun 2014 harus ada penambahan faskes sebanyak 1116”, tegasnya.

Di akhir paparannya Aris mengungkapkan bahwa tiga tantangan BPJS Kesehatan hingga tahun 2019 adalah finansial, Sumber Daya Manusia, dan logistik. (Bagoes Rinthoadi).