Supply Chain Menggelar Seminar Peluang Bisnis Logistik

IMG_20140823_121806

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Supply Chain Indonesia (SCI) berkesempatan menggelar Seminar Pengangkutan Barang Dengan Truk Atau Kereta Api bertajuk Membidik Efisiensi dan Peluang Bisnis Logistik, Sabtu, (23/8/2014), di Aston Primera Pasteur jalan Dr. Djunjunan Bandung.

Turut hadir dalam seminar ini Chairman Supply Chain Indonesia Setijadi, dan VP Freight Marketing Sales and Customer Care (efs) PT KAI Hendy Helmy, serta puluhan pelaku bisnis logistik.

“BBM merupakan masalah terbesar untuk logistik, sebaiknya subsidi BBM dicabut dan dipergunakan untuk pembangunan dan infrastruktur”, kata Chairman Supply Chain Indonesia Setijadi di awal wawancara.

Mengenai pengangkutan barang menggunakan kereta api, Setijadi mengungkapkan bahwa yang harus diperbaiki adalah aspek teknis terkait dengan panjang Emplacement kereta api (gedung, bangunan, jembatan dan terowongan), karena hal tersebut mempengaruhi panjang rangkaian kereta api, “Fasilitas bongkar muat pun harus diperbaiki”, tegas Setijadi.

“Kemampuan PT KAI masih terbatas dalam hal pendanaan, maka pihak swasta harus turut terlibat dalam pembangunan stasiun, dan fasilitas bongkar muat”, tegasnya.

Setijadi juga menyoroti aspek manajemen PT KAI terkait dengan kecepatan pelayanan, dan penjadwalan bongkar muat, “Frekwensi perjalanan kereta api untuk angkutan barang saat ini masih kurang”, ujarnya.

“Bila kereta api berkembang, maka jasa logistik akan berkembang”, kata Setijadi, “Akan ada peluang bisnis logistik”, tegasnya, lebih lanjut Setijadi mengatakan bahwa dikarenakan kereta api sifatnya tidak Door to Door tetapi Station to Station, maka kereta api masih perlu pelaku lain atau Provider, “Bila PT KAI berkembang, maka jalan raya akan menjadi lancar”, kata Setijadi di akhir wawancara.

VP Freight Marketing Sales and Customer Care (efs) PT KAI Hendy Helmy dalam wawancara singkat mengatakan bahwa PT KAI membentuk anak perusahaan untuk mengembangkan bisnis angkutan barang kereta api, “Siapa saja bisa masuk dalam bisnis ini, sekarang saja sudah banyak Provider yang bermain di kereta api, contohnya Sentra Logistik, CPT, dan BKI”, ungkap Hendy.

“PT KAI mengembangkan bisnis angkutan barang kereta api adalah untuk mencari pendapatan, dan sebagai salah satu bentuk upaya untuk menyelesaikan permasalahan dan membantu pemerintah”, kata Hendy, “PT KAI juga memberikan solusi mengatasi kemacetan”, tegasnya, “PT KAI tidak bicara kereta api saja, tetapi Total Logistik Solution”,ujarnya.

Lebih lanjut Hendy mengungkapkan bahwa jumlah gerbong datar PT KAI saat ini sekitar 2400, “Nanti akan ada penambahan lagi, sekarang yang kita beli sudah hampir habis terpakai”, kata Hendy, “PT KAI akan memesan gerbong datar lagi”, ungkapnya.

Di akhir wawancara Hendy mengatakan bahwa saat ini hanya kereta api yang menjadi solusi angkutan massal dan angkutan jarak jauh. (Bagoes Rinthoadi)