PT LEN Industri dan Thales Netherlands Perkuat Kerjasama

IMG_20140826_143559

ARCOM.CO.ID ,Bandung. PT LEN Industri dan Thales Netherlands akhirnya bekerja sama di bidang Naval Combat Management System dan Combat System Integration.

Hal ini terungkap dalam penandatanganan MoU antara PT LEN Industri dan Thales Netherlands, Selasa, (26/8/2014), di Graha LEN jalan Soekarno Hatta Bandung.

Turut hadir dalam acara ini, Direktur Utama PT LEN Industri Abraham Mose, CEO Thales Netherlands Gerben Edelijn, Direksi PT LEN Industri dan para petinggi TNI AL.

“PT LEN punya kerjasama dengan Thales Netherlands di bidang Radar System”, kata Direktur Utama PT LEN Industri Abraham Mose di awal wawancara, “Penandatanganan MoU dengan Thales Netherlands merupakan keinginan PT LEN untuk menggali lebih dalam lagi kemampuan PT LEN di Combat Management System (CMS)”, ujarnya.

“Setelah penandatanganan MoU, PT LEN masih punya pekerjaan rumah, yaitu PT LEN harus mengenalkan produk ini ke User dalam hal ini NAVY atau Angkatan Laut”, ungkap Abraham, “PT LEN masih harus melakukan pengujian dan instalasi System di kapal Angkatan Laut”, katanya.

Lebih lanjut Abraham mengungkapkan bahwa kontribusi pendapatan dari pertahanan memang kecil, “Namun dua tahun belakangan ini dan ke depannya bisnis pertahanan tumbuh”, ujarnya.

“Saat ini bisnis dari industri pertahanan berkontribusi terhadap PT LEN sebesar 5 persen atau 400 miliar terhadap 2,3 Triliun”, ungkap Abraham, “Bisnis pertahanan akan terus tumbuh”, tegasnya.

“PT LEN saat ini memiliki satu unit terpisah yang enginernya khusus berpikir tentang pertahanan”, kata Abraham, “Bila PT LEN konsentrasi di elektronik Defense, maka PT LEN akan punya kompetensi yang kuat”, tegasnya.

“PT Pindad konsen di senjata, PT PAL di kapal laut, PT DI di pesawat, siapa yang bermain di elektronik? ya cuma PT LEN”, ujar Abraham, “Bisnis PT LEN saat ini lebih spesifik di elektronik for infrastruktur dan elektronik Defense”, tegasnya.

“Ke depannya PT LEN sudah harus bicara sebagai System Integrator untuk sensor, Combat Management System, dan instalasi senjata”, kata Abraham di akhir wawancara.

Nilai kerjasama antara PT LEN Industri dan Thales Netherlands diperkirakan sekitar 2 juta Euro, kerjasama ini untuk mematuhi regulasi pemerintah dan sesuai UU No 16/2012 tentang industri pertahanan yang harus menyertakan Local Content.

PT LEN Industri dan Thales Netherlands bekerja sama dalam pembuatan Combat Management System Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR)/Frigate, dikarenakan Kementerian Pertahanan RI melalui program kredit ekspor melakukan pengadaan Kapal Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR)/Frigate sebanyak dua unit.

Pemerintah dalam pengadaan Kapal bekerja sama dengan Shipyard Belanda, Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) dan Thales Netherlands sebagai Lead Integrator Sensor Weapon and Command (SEWACO).

PT LEN berhasil mendapatkan kontrak ekspor Software kapal perang ini untuk kedua kalinya, kontrak tersebut berupa Development, Production and Supply of Software Kapal Perang PKR/Frigate.

Kontrak pekerjaan pertama sukses dikerjakan pertengahan Oktober 2013 selama 19 minggu dengan menyelesaikan pekerjaan pengembangan Software Introgrator Friend and Foe (IFF).

Kontrak pekerjaan kedua dimulai awal Mei 2014 hingga empat bulan ke depan, kontrak kedua berisi pekerjaann pengembangan Software STING EO Tracker, MASS Decoy Launcher dan VL-MICA SAM.

MoU antara Thales Netherlands dan PT LEN Industri membuktikan bahwa PT LEN dipercaya perusahaan multinasional khususnya di bidang industri pertahanan.

Saat ini PT LEN Industri merupakan satu-satunya perusahaan di Indonesia yang berhasil membuat Combat Management System (CMS) dan memasangnya di tiga KRI Kelas Van Speijk yang dimiliki TNI AL yaitu KRI YOS-353, KRI OWA-354 dan KRI AHP-354. (Bagoes Rinthoadi)