Dahlan Iskan: Tujuh Bandara di Indonesia Masih Merugi

IMG_20140930_183113ARCOM.CO.ID ,Bandung. Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan bahwa dari 13 bandara yang ada di Indonesia masih ada 7 bandara yang mengalami kerugian.

Hal tersebut dikatakan Dahlan dalam sambutannya di acara Groundbreaking Bandara Husein Sastranegara Bandung, Senin, (29/9/2014), di Lahan Proyek Pengembangan Bandara Husein Sastranegara jalan Pajajaran Bandung.

“Bandara yang masih mengalami kerugian diantaranya, Padang, Palembang, Pekanbaru, dan Jambi,” kata Dahlan, “Faktor penyebab kerugian bandara tersebut diantaranya faktor depresiasi,” ujarnya, “Namun secara operasional bandara-bandara tersebut tidak rugi,” tegasnya.

Mengenai pengembangan kawasan Bandara Husein Sastranegara, Dahlan mengatakan bahwa dirinya menyambut baik, “Semoga pengembangan Bandara Husein Sastranegara mewakili Jawa Barat,” ujarnya.

Lebih lanjut Dahlan menegaskan bahwa dana pengembangan kawasan Bandara Husein Sastranegara sudah dipersiapkan satu setengah tahun yang lalu, “Pengembangan baru dilaksanakan pada tahun 2014 dikarenakan perijinan yang rumit, namun akhirnya terselesaikan juga,” katanya, “Terima kasih kepada pihak TNI AU yang sangat mendukung pengembangan Bandara Husein,” ujarnya.

Dahlan mengungkapkan bahwa desain pengembangan Bandara Husein Sastranegara telah dikonsultasikan dengan Walikota Bandung Ridwan Kamil, “Desainnya harus dikonsultasikan dengan Walikota Bandung selaku arsitek kelas dunia,” katanya.

“Kontraktor yang mengerjakan pengembangan Bandara Husein Sastranegara adalah kontraktor yang biasa membangun pengembangan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi,” ungkap Dahlan.

“Saya juga minta maaf kepada Gubernur Jawa Barat karena banyak sekali proyek yang saya minta untuk di bangun,” ujar Dahlan, “Proyek-proyek yang tidak bisa dibiayai oleh APBN pada akhirnya dilakukan oleh BUMN,” kata Dahlan di akhir paparannya.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Tri S. Sunoko dalam wawancara singkat mengatakan bahwa pengembangan Bandara Husein Sastranegara dilakukan untuk menjaga tingkat pelayanan, “Saat ini pertumbuhan jumlah penumpang pesawat cukup tinggi,” kata Tri, “Semoga pengembangan Bandara Husein Sastranegara menjadikan Bandara ini sebagai kebanggaan kota Bandung,” ujarnya.

Pengembangan Bandara Husein Sastranegara akan memakan waktu selama 12 bulan dengan nilai proyek Rp.139 miliar, terminal lama yang semula hanya seluas 5000 m2 akan diperluas menjadi 17.000 m2.

Terminal baru nantinya akan mampu menampung 3,4 juta penumpang per tahun, sebagai perbandingan pada tahun 2013 jumlah penumpang di Bandara Husein Sastranegara mencapai 2,46 juta penumpang atau 300% melebihi kapasitas.

Menurut data, jumlah penumpang di Bandara Husein Sastranegara pada tahun 2012 mencapai 1.872.985 penumpang, sedangkan estimasi jumlah penumpang di tahun 2017 mencapai 3.524.072 penumpang. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.