Marwan Jafar: Menteri Agama Belum Tentu Dari PKB

IMG_20140930_015111ARCOM.CO.ID ,Bandung. Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPR RI Marwan Jafar menegaskan bahwa posisi Menteri Agama di masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo belum tentu dari kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Hal ini ditegaskan Marwan Jafar disela-sela acara Silaturrahim Alim Ulama Jawa Barat & Doa Bersama Untuk Bangsa yang digelar oleh Dewan Pengurus Pusat PKB, Minggu, (28/9/2014), di Hotel Horison jalan Pelajar Pejuang Bandung.

“Menteri Agama belum tentu dari Partai Kebangkitan Bangsa, tapi dari Nahdlatul Ulama,” kata Ketua Fraksi PKB DPR RI Marwan Jafar di awal penjelasannya, “Untuk nama calon Menteri Agama itu adalah hak Jokowi selaku Presiden,” ujarnya.

Lebih lanjut Marwan mengatakan bahwa hingga saat ini PKB belum mengajukan nama calon Menteri Agama, “Untuk nama-nama calon Menteri Agama, hal tersebut merupakan hak prerogatif Presiden,”kata Marwan, “Kami selaku partai pengusung tidak menekan Presiden,” tegasnya.

Mengenai disahkannya Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah, Marwan menjelaskan bahwa PKB membahas hal tersebut di dalam gedung DPR RI sehingga tidak bisa mengajukan gugatan UU Pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK), “Kami berharap ada warga sipil yang mengajukan gugatan UU Pilkada ke MK,” katanya, “Silahkan elemen masyarakat mengajukan gugatan UU Pilkada di MK,” ujarnya.

Mengenai langkah Partai Demokrat yang melakukan Walk Out, Marwan menegaskan bahwa hal tersebut tidak etis dan tidak baik, “Partai Demokrat menunjukan sikap politik yang tidak baik,” kata Marwan.

Dalam sambutannya di depan sekitar 500 alim ulama se-Priangan barat dan timur (14 Kabupaten se-Jawa Barat), Marwan mengatakan bahwa acara Silaturrahim Alim Ulama Jawa Barat dan Doa Bersama Untuk Bangsa merupakan acara yang luar biasa, “Acara ini merupakan acara syukuran Pilpres, karena calon Presiden yang diusung PKB dan Partai pendukung lainnya memenangkan Pilpres,” kata Marwan.

“Forum ini adalah forum mensyukuri hasil Pemilu Legislatif dan dalam rangka menyambut pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2014 mendatang,” ujar Marwan.

“Acara Silaturrahim ini menghangatkan dan menguatkan hubungan antara PKB dan NU,” kata Marwan, “Ke depannya hubungan ini harus kita kembangkan dan solidkan,” ujarnya.

“Tahun 2019 adalah pemilu langsung Presiden, oleh karena itu kita harus memodernisasi PKB untuk ke depannya,” kata Marwan, “Masa PKB kalah dengan Wahabi,” ujarnya.

Lebih lanjut Marwan menyampaikan informasi bahwa Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj tidak dapat menghadiri acara Silaturrahim Alim Ulama Jawa Barat, “Said Aqil tidak bisa hadir di Bandung karena ada tugas NU di Korea Selatan,” ungkapnya, “Sedangkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar tidak bisa hadir karena kurang sehat,” kata Marwan di akhir sambutannya.

Acara Silaturrahim Alim Ulama Jawa Barat & Doa Bersama Untuk Bangsa di Bandung turut dihadiri Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat PKB M. Hanif Dhakiri, Ketua Dewan Syuro PKB Abdul Aziz Manshur, dan Ketua DPW PKB Jawa Barat Dedi Wahidi. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.