Biddokkes Polda Jabar Periksa Calon Polisi Hingga Teroris

IMG_20141008_034444ARCOM.CO.ID ,Bandung. Bidang kedokteran dan kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Barat merupakan bidang pekerjaan yang tidak terindikasi dan hanya peran pendukung di Polda Jabar, namun banyak kasus penyidikan yang tidak lepas dari peran Biddokkes.

Hal tersebut ditegaskan Kabid Humas Polda Jabar Martinus Sitompul pada sambutannya dalam acara, “Sosialisasi Sistem Aplikasi Kesrimpol pada Rikkes Calon Anggota Polri Polda Jabar”, Selasa, (7/10/2014), di Aula Biddokkes Polda Jabar jalan BKR Bandung, turut hadir Kabid Dokkes Polda Jabar Pramujoko.

“Kegiatan Biddokkes Polda Jabar terkait proses rekrutmen calon anggota Polri selama ini jarang terekspose,” kata Kabid Humas Polda Jabar Martinus Sitompul di awal paparannya, “Padahal hampir 99 persen proses rekrutmen ditentukan oleh kesehatan,” ujarnya, “Kalau tidak sehat tidak bisa direkrut,” tegasnya.

Lebih lanjut Martinus mengungkapkan bahwa banyak kasus kriminal di wilayah Polda Jabar yang terungkap secara keilmuan, “Contohnya kasus Sisca Yofie,” ujarnya.

“Kami berharap media dapat mempublikasikan kegiatan-kegiatan Biddokkes kepada masyarakat,” kata Martinus di akhir paparannya.

Kabid Dokkes Polda Jabar Pramujoko yang juga seorang dokter forensik dan telah lima kali menjadi Kabid Dokkes, mengungkapkan bahwa pekerjaan Biddokkes Polda Jabar cukup banyak diantaranya memeriksa kesehatan calon anggota Polri, memeriksa kesehatan anggota Polri, memeriksa kesehatan tahanan, hingga memeriksa jenazah terduga teroris.

“Banyak pelaku teroris yang tidak dikenal, namun setelah terekspose oleh media akhirnya jati diri teroris diketahui,” kata Pramujoko, “Begitu Polisi mengetahui jati diri teroris, akhirnya Polisi dapat fokus dan mengetahui jaringan teroris tersebut,” ujarnya, “Apabila foto teroris disimpan oleh Polisi, maka proses penyelidikan menjadi lambat dan tidak efektif,” tegasnya.

Mengenai proses rekrutmen calon anggota Polri, Pramujoko menjelaskan bahwa Biddokkes berpedoman pada Perkap no 5 tahun 2009 tentang pedoman Rikkes penerimaan anggota, “Para dokter yang memeriksa kesehatan calon anggota Polri harus selalu berpedoman pada Perkap no 5 tahun 2009,” tegasnya.

“Tahun 2013 lalu Biddokkes telah melakukan ribuan tes kesehatan calon anggota Polri,” kata Pramujoko, “Tahun 2014 Biddokkes akan memperbarui komputer-komputer yang ada, agar hasil tes kesehatan calon anggota Polri cepat selesai,” ujarnya.

“Biddokkes Polda Jabar berharap proses rekrutmen calon anggota Polri dapat terekspose oleh media,” ujar Pramujoko, “Bila masyarakat dapat melihat kenyataan tes kesehatan calon anggota Polri di lapangan, maka kecurigaan masyarakat terhadap Biddokkes dapat semakin berkurang,” kata Pramujoko di akhir paparannya.

Saat ini terdapat tiga Rumah Sakit di Jawa Barat yang memiliki fasilitas pelayanan medik dan Kedokteran Polisi (Dokpol), yaitu RS Bhayangkara Sartika Asih, RS Bhayangkara Indramayu, dan RS Bhayangkara Bogor, yang menarik RS Bhayangkara Sartika Asih merupakan satu-satunya Rumah Sakit yang menempatkan fasilitas Kedokteran Polisi (Dokpol) di bagian depan.

Kegiatan Biddokkes Polda Jabar selama periode Januari-Agustus 2014 diantaranya, RS Bhayangkara Sartika Asih (46 kegiatan), RS Bhayangkara Indramayu (30 kegiatan), dan RS Bhayangkara Bogor (19 kegiatan). (Bagoes Rinthoadi)