Setiap Tahun NESO Tawarkan 300 Beasiswa Studi Di Belanda

IMG_20141024_141208

ARCOM.CO.ID ,Bandung. The Netherlands Education Support Office (Nuffic NESO Indonesia) dan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Indonesia setiap tahunnya menawarkan program beasiswa studi di Belanda bagi sekitar 300 warga negara Indonesia dalam bentuk program Master dan pelatihan (Short Course).

Hal Ini terungkap dalam Pertemuan NESO Indonesia dengan ratusan mahasiswa Bandung untuk menjelaskan program Beasiswa StuNed (Studeren in Nederland), Kamis, (23/10/2014), di Aula Barat ITB jalan Ganesha Bandung, turut hadir Direktur NESO Indonesia Mervin Bakker, dan Team Coordinator Scholarship NESO Indonesia Indy Hardono.

“Belanda memiliki kualitas pendidikan tinggi kelas dunia,” kata Direktur NESO Indonesia Mervin Bakker di awal paparannya, “Kualitas pendidikan di Belanda sangat toleran, aman, dan berlingkungan internasional,” ujarnya, “Kedekatan hubungan historis dan budaya antara Belanda dan Indonesia menjadikan Belanda ‘Home Away from Home’ bagi orang Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut Mervin menjelaskan bahwa Belanda merupakan tujuan studi yang sangat menarik bagi siswa Indonesia, “1000 pelajar dari Indonesia setiap tahunnya belajar ke Belanda,” ungkapnya, “Indonesia menempati peringkat kelima dalam hal jumlah pelajar yang belajar di Belanda, peringkat satu dan dua ditempati Jerman dan China,” kata Mervin di akhir paparannya.

Team Coordinator Scholarship NESO Indonesia Indy Hardono dalam penjelasannya mengatakan bahwa tujuan panitia seleksi StuNed adalah memilih kandidat terbaik yang belajar atau bekerja di bidang area prioritas kerjasama bilateral, “Program beasiswa kompetitif ini mencari kandidat yang berpotensi menjadi pemimpin masa depan,” kata Indy.

Lebih lanjut Indy mengatakan bahwa untuk memenuhi persyaratan pendaftaran StuNed, pelamar harus memiliki surat penerimaan dari Universitas di Belanda, “Batas waktu pendaftaran adalah 1 Maret 2015 untuk Short Course dan 15 Maret 2015 untuk program Master,” ujarnya.

“Kandidat StuNed diprioritaskan bagi pelamar yang memiliki prestasi akademik dan non akademik tingkat nasional maupun internasional,” ujar Indy, “Para pelamar harus membuat proposal yang ‘Sexy’ dan Outputnya harus konkrit,” kata Indy di akhir penjelasannya.

StuNed adalah beasiswa berbasis prestasi yang fokus pada keunggulan akademik, jenjang karir, penghargaan dan prestasi penting lainnya, area prioritas yang dikhususkan dalam kerjasama ini adalah pengelolaan air, ketahanan pangan, sektor ekonomi, sektor judisial dan hak asasi manusia.

Persyaratan umum untuk mendapatkan beasiswa StuNed diantaranya:
1. Warga Negara Indonesia
2. Memperoleh Unconditional Letter dari salah satu institusi pendidikan tinggi di Belanda
3. Pendidikan minimal S1 (minimal IPK untuk Master 3,00 dan Short-Course 2,75
4. Memiliki nilai IELTS 6 atau TOEFL IBT minimal 80 untuk Master Course dan nilai IELTS 5,5 atau TOEFL IBT minimum 68 untuk Short Course
5. Pengalaman kerja sebagai karyawan tetap selama minimal dua tahun di institusi terakhir.

Informasi mengenai StuNed dan program studi di Belanda dapat dilihat di website: www.nesoindonesia.or.id/stuned ,calon mahasiswa Indonesia yang berminat mendapatkan beasiswa StuNed dapat menghubungi staf Nuffic NESO Indonesia untuk mendapatkan konseling.

Biaya studi per tahun di perguruan tinggi Belanda untuk program S1 umumnya antara € 6.000 – 10.000, sedangkan untuk program S2 antara € 9.000 – 16.000.

September 2014 lalu terdapat 16 generasi muda Bandung yang bersekolah di Belanda, Jerman, Jepang dan Inggris, melalui beasiswa dari lembaga donor. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.