Gubernur Bank Indonesia Kunjungi Museum KAA

Gubernur Bank IndonesiaARCOM.CO.ID ,Bandung. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo bersama jajaran Dewan Gubernur Bank Indonesia berkesempatan mengunjungi Museum Konperensi Asia Afrika (KAA) dan Gedung Merdeka di jalan Asia Afrika Bandung, Senin, (10/11/2014), turut hadir dalam kunjungan ini Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Dian Ediana Rae, Kepala Museum KAA Thomas A. Siregar, dan Moderator Museum KAA Desmond Satria Andrian.

“Gedung Merdeka ini telah membawa kebanggaan bagi bangsa Indonesia,” kata Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo di awal pidato sambutannya, lebih lanjut Agus mengatakan bahwa tantangan generasi muda saat ini lebih berat karena menghadapi bangsa sendiri.

“Kita merdeka bukan karena diberi, tetapi dengan cara merebut,” kata Agus, “Oleh karena itu kita tidak perlu memulai sesuatu dengan yang muluk-muluk, namun kita harus memulai sesuatu dari diri kita sendiri,” tegas Agus.

Kunjungan Dewan Gubernur Bank Indonesia sendiri bertepatan dengan hari Pahlawan 10 November, Di akhir paparannya Agus menjelaskan perekonomian Indonesia saat ini, “Indonesia saat ini berada di urutan kesepuluh negara-negara dengan ekonomi maju,’ katanya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Dian Ediana Rae dalam pidato sambutannya mengatakan bahwa suatu kehormatan bagi Kantor wilayah VI untuk menerima tantangan Gubernur BI mengadakan kunjungan ke Museum KAA, “Kalau saja Hari Pahlawan jatuh pada hari Minggu, (9/11/2014), acara kunjungan Dewan Gubernur bisa batal, karena Minggu ada pawai kemenangan Persib, dan sepanjang jalan Asia Afrika Bandung kendaraan tidak bisa bergerak,’ ungkapnya, “Hal ini menjadi instropeksi bahwa masyarakat memang mendambakan sesuatu,’ kata Dian di akhir pidatonya.

Kepala Museum KAA Thomas A. Siregar dalam sambutannya mengatakan bahwa setiap bulannya pihaknya biasa menerima kunjungan 600 siswa sekolah setiap bulannya, sedangkan wisatawan mancanegara yang berkunjung mencapai 1000 orang setiap bulannya.

“Pernah suatu malam ada turis dari luar negeri yang datang ke Museum Konperensi Asia Afrika, maka saya perintahkan Satpam untuk membuka pintu museum,” ungkap Thomas, “Jadi dalam kondisi tertentu Museum KAA dapat di buka untuk umum,” ujarnya.

Di akhir sambutannya Thomas menceritakan bahwa pernah ada orang Sudan yang datang ke Museum KAA untuk mencari bendera pertama Sudan, “Menteri Luar Negeri Roeslan Abdulgani ketika itu adalah orang yang pertama kali memberi ide pembuatan bendera Sudan,” katanya, “Setiap bulan April Museum KAA selalu merayakan Konperensi Asia Afrika dengan mengibarkan 106 bendera,” ujarnya. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.