Menhan: Bela Negara Harus Dimulai Sejak Sekolah Dasar

MenhanARCOM.CO.ID ,Bandung. Menteri Pertahanan (Menhan) RI Ryamizard Ryacudu mengungkapkan bahwa konsep bela negara harus sudah dimulai sejak Sekolah Dasar (SD), hal ini dikatakan Ryamizard ketika membuka Musyawarah Nasional (Munas) Ke-2 Korps Resimen Mahasiswa (Menwa) Indonesia, Jumat, (14/11/2014), di Aula Barat ITB jalan Ganesha Bandung, Turut hadir dalam acara ini Ketua Umum Korps Menwa Budiono Kartohadiprodjo, dan Rektor ITB Akhmaloka.

“Resimen Mahasiswa posisinya strategis dalam bela negara,” kata Ryamizard di awal sambutannya, “Ujung dari bela negara adalah siap berkorban kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Lebih lanjut Ryamizard mengatakan bahwa salah besar bila bela negara tidak dibutuhkan dalam keadaan damai, “Kita harus siap berperang di masa damai dan siap berdamai di masa perang,” tegasnya, “Nasib bangsa akan memilukan dan menjadi bulan-bulanan bila bangsa Indonesia tidak mengerti patriotisme,”ujarnya.

“Perpecahan bangsa ini mulai terlihat ketika Pemilu lalu,” ungkap Ryamizard, “Saya mengajak peserta Munas Menwa agar menerapkan ajaran negara sebagai sikap dan perilaku berbangsa dan bernegara,”ujarnya.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengungkapkan bahwa saat ini kekuatan militer Indonesia berada di urutan 19 dunia dan nomor 9 di Asia Pasifik, “Peran Menwa saat ini besar, apalagi Menwa memiliki 1370 Batalyon di seluruh Indonesia,” kata Ryamizard di akhir sambutannya.

Ketua Umum Korps Menwa Budiono Kartohadiprodjo dalam sambutannya mengatakan bahwa Resimen Mahasiswa merupakan cadangan pertahanan negara, “Kekuatan Menwa ada pada kekuatan olah pikir,” katanya, “Kami biasa bekerjasama dengan Kopassus, dan  Munas Menwa ini merupakan langkah awal Menwa untuk ke depannya,” ujarnya.

Rektor ITB Akhmaloka selaku tuan rumah mengatakan bahwa ITB saat ini memiliki lebih dari 140 kegiatan dan unit-unit ekstrakurikuler, “Salah satunya Resimen Mahasiswa,” ujarnya.

“Bela negara sangat luas artinya,” kata Akhmaloka, “ITB menyediakan SDM yang baik dan tangguh untuk mengisi pos-pos di negara kita,” tegasnya, “Saat ini ITB telah bekerjasama dengan 200 Universitas luar negeri,” ungkapnya.

Lebih lanjut Akhmaloka mengatakan bahwa ITB menginginkan mahasiswanya setelah lulus mampu berkomunikasi dan mempunyai empati, “Mari kita sama-sama membesarkan Indonesia, dan yang terpenting Indonesia harus menjadi Respective Country,” kata Akhmaloka di akhir paparannya.

Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Ke-2 Korps Resimen Mahasiswa (Menwa) Indonesia dilanjutkan dengan peresmian penggunaan PLTMH Situ Lembang yang dilaksanakan atas kerjasama Korps Menwa ITB dan KOPASSUS dengan menggunakan dana CSR PT Adaro Energy.

Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Ke-2 Korps Resimen Mahasiswa (Menwa) Indonesia  sendiri dilaksanakan Sabtu, (15/11/2014) bertempat di Wisma PU  jalan Riau Bandung. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.