Warga Cidaun Masih Gosok Gigi Pakai Bata Merah

Maranatha FKGARCOM.CO.ID ,Bandung. Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Kristen Maranatha Winny Suwindere mengatakan bahwa warga Cidaun Kabupaten Cianjur Jawa Barat dalam hal penanganan kesehatan gigi dan mulut masih sangat tertinggal, dikarenakan masih ada warga Cidaun yang menyikat giginya menggunakan batu apung dan serbuk bata merah.

Hal tersebut dikatakan Winny pada saat Press Conference penutupan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2014, Rabu, (19/11/2014), di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Kristen Maranatha jalan Surya Sumantri Bandung.

Turut hadir dalam acara penutupan BKGN, Direktur RSGM Maranatha Ignatius Setiawan, dan Professional Relationship Manager Oral Care PT Unilever Indonesia Ratu Mirah Afifah.

“Edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut harus dilakukan terus menerus,” kata Winny, “Menurut data Riskesdas 2013, rata-rata penduduk di Jawa Barat memiliki empat gigi yang bermasalah,” ujarnya.

“Kesehatan rongga mulut merupakan awal kesehatan tubuh,” tegas Winny, ia pun mengakui bahwa akses perawatan gigi saat ini dirasakan masih mahal.

Lebih lanjut Winny mengungkapkan bahwa permasalahan yang ada pada acara BKGN adalah transportasi, “Duka kita ada di masalah transportasi, apalagi harga BBM naik,” tegas Winny, “Masih banyak anak-anak panti asuhan yang tidak terakomodasi di acara BKGN,” ujarnya, “Untuk kedepannya diharapkan ada penjemputan untuk panti asuhan yang ada di daerah-daerah,” kata Winny di akhir paparannya.

Professional Relationship Manager Oral Care PT Unilever Indonesia Ratu Mirah Afifah mengungkapkan bahwa rata-rata masyarakat Indonesia memiliki lima gigi berlubang, “Indonesia menempati urutan kedua negara dengan indeks gigi berlubang tertinggi di dunia,” katanya.

“Kegiatan BKGN merupakan upaya kerjasama berkesinambungan dalam upaya edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut,” kata Ratu, “Karang gigi yang merupakan kumpulan bakteri di mulut merupakan masalah yang banyak dikeluhkan pasien yang datang di acara BKGN,” ujarnya.

Lebih lanjut Ratu mengungkapkan bahwa sebanyak 66 persen dokter gigi masih terpusat di pulau Jawa, “Tahun 2015 bila Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Banjarmasin sudah siap, kami akan berangkat kesana,” kata Ratu di akhir paparannya.”

Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2014 yang berlangsung selama tiga hari, (17-19/11/2014) di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Kristen Maranatha didatangi 1500 orang ditambah 600 anak Sekolah Dasar, mereka yang datang mendapatkan pelayaan kesehatan gigi gratis dan edukasi kesehatan gigi dan mulut.

Sebanyak 40 dokter gigi, 58 dokter gigi muda, dan 100 mahasiswa Maranatha terjun langsung di acara BKGN 2014 yang berlangsung di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Kristen Maranatha.

Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2014 dilangsungkan di 17 Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) milik Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan 20 cabang Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) di seluruh Indonesia.

Sejak diselenggarakan pada 12 September – 19 November 2014, BKGN telah memberikan edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada 40.000 masyarakat Indonesia. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.