Kepala BPJS Kesehatan Divre Jabar Jenni Wihartini Ultimatum Para Pengusaha

IMG_20141126_140821

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Divisi Regional (Divre) Jawa Barat Jenni Wihartini memberi ultimatum (peringatan terakhir) kepada perusahaan dan para pengusaha agar meregistrasi ulang kepesertaan BPJS Kesehatan para pekerjanya sebelum 1 Januari 2015.

Hal tersebut ditegaskan Jenni di depan para awak media saat Media Gathering BPJS Kesehatan Divre Jabar, Rabu, (26/11/2014), di RM Sindang Reret jalan Surapati Bandung.

Turut hadir dalam acara ini Kepala Departemen Pemasaran dan Kepesertaan BPJS Kesehatan Divre Jabar Ondrio Nas, Kepala Departemen Hubungan Eksternal, SDM dan Umum BPJS Kesehatan Divre Jabar Erry Endry, dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Utama (KCU) Bandung Gatot Subroto.

“Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 88 Tahun 2013, maka perusahaan yang belum registrasi ulang kepesertaan BPJS Kesehatan para pekerjanya akan terkena sanksi administratif bahkan sanksi hukum,” kata Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Divisi Regional (Divre) Jawa Barat Jenni Wihartini di awal paparannya.

Jenni menegaskan bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah semua perusahaan besar maupun menengah wajib mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta BPJS Kesehatan, “Kami  mendata terdapat lebih dari 7000 perusahaan di Jawa Barat yang telah melakukan registrasi ulang kepesertaan BPJS Kesehatan hingga pertengahan November 2014,” ungkap Jenni, “Namun hingga saat ini masih banyak perusahaan yang belum registrasi ulang,” katanya, “Jumlahnya mencapai ribuan,” ujarnya.

Lebih lanjut Jenni mengatakan bahwa berdasarkan data hingga minggu kedua November 2014, jumlah total peserta BPJS Kesehatan di Indonesia mencapai 131,2 juta jiwa, “Di Jawa Barat sendiri jumlah peserta BPJS Kesehatan mencapai 21,4 juta jiwa,” ungkap Jenni, “Pekerja mandiri yang ikut BPJS Kesehatan mencapai 1,61 juta jiwa,” kata Jenni.

Hingga saat ini  BPJS Kesehatan Divre Jabar telah menambah empat titik pelayanan Laison Officer (LO) di Cicalengka dan Karawang, “Kami juga aktif melakukan sosialisasi persuasif bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Barat,” Kata Jenni di akhir paparannya. (Bagoes Rinthoadi)