Iwan Sunito: Kepemilikan Tanah Di Indonesia Tidak Jelas

IMG_3491510832561

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Chief Executive Officer (CEO) Crown Group Iwan Sunito mengungkapkan bahwa kendala perusahaan developer besar belum melirik Indonesia dikarenakan masalah kejelasan kepemilikan tanah.

Hal ini diungkapkan Iwan pada acara Lunch Session Crown International Holdings Group bersama awak Media, Jumat, (28/11/2014), di Purnawarman Restaurant Hilton Hotel jalan HOS Tjokjroaminoto (Pasirkaliki) Bandung.

Turut hadir dalam acara ini Crown Group Country Director Indonesia Michael Ginarto, dan GM Strategic & Corporate Communication Indonesia Crown International Holdings Group Bagus Sukmana.

“Saya datang ke Indonesia untuk Joint Venture dengan pihak Swasta, tapi saat ini belum bisa dibahas, nanti tahun depan akan saya jelaskan,” kata CEO Crown Group Iwan Sunito di awal paparannya.

Lebih lanjut Iwan menjelaskan bahwa hingga saat ini banyak developer besar belum berinvestasi di Indonesia dikarenakan adanya kendala belum jelasnya kepemilikan tanah di Indonesia, “Namun Crown Group sangat Welcome dengan Market Indonesia,” ujarnya.

Mengenai Bandung, Iwan mengatakan bahwa banyak bisnis yang solid di kota Bandung, “Pasar Indonesia merupakan salah satu pasar yang penting bagi Crown Group,” tegasnya, “Kedatangan saya ke Indonesia diantaranya untuk Giving Back to Our Community,” kata Iwan di akhir paparannya.

Crown International Holdings Group merupakan salah satu perusahaan developer terbesar di Australia.

Langkah nyata rencana pengembangan usaha Crown International Holdings Group di tahun 2014 adalah menggarap pasar Indonesia di masa mendatang dengan mengumumkan akuisisi strategis pertamanya di Indonesia.

Saat ini proyek menara apartemen terbaru dari Crown Group adalah Sydney by Crown yang bernilai Rp. 2,5 triliun, dan dirancang oleh arsitek internasional Koichi Takada.

Pembeli apartemen Crown Group di Australia didominasi oleh negara China, dan disusul Indonesia di peringkat kedua.

Saat ini pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di Australia sebanyak 520 ribu pelajar, para pelajar ini membawa devisa sebesar 20 billion dollar bagi Australia. (Bagoes Rinthoadi)