Indonesia Terbelakang Dalam Hal Literasi Keuangan

IMG_20141204_122834

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Vice President Head, Corporate Social Responsibility Permata Bank Furiyanti menegaskan bahwa Bangsa Indonesia masih terbelakang dalam hal literasi keuangan.

Hal tersebut ditegaskan Furiyanti pada acara Media Gathering Permata Bank, Kamis, (4/12/2014), di Roemah Keboen Family Resto and Cafe jalan RE Martadinata (Riau) Bandung, turut hadir Head Regional Support Region 5 Permata Bank Otto Giarto Sidharta, dan CSR, Corporate Affairs Permata Bank Deli Maya Utami.

“Orang tua di Indonesia membicarakan masalah keuangan hanya lima kali dalam setahun,” kata Furiyanti di awal paparannya.

“Bahkan penyebab krisis di Amerika adalah rendahnya pengetahuan literasi keuangan masyarakat Amerika,” ungkapnya.

Lebih lanjut Furiyanti mengatakan bahwa Permata Bank telah melakukan Financial Literacy Through Sports kepada guru-guru olah raga di Bandung, acara ini mengajarkan literasi keuangan melalui sepakbola dan basket.

“Dalam kegiatan Financial Literacy Through Sports, Kota Bandung kami jadikan Pilot Project,” ujar Furiyanti, “Sebanyak 25 guru olah raga dari 16 sekolah di kota Bandung dilatih Financial Literacy oleh Permata Bank,” katanya.

“Latar belakang Permata Bank menggelar Corporate Social Responsbility (CSR) Financial Literacy adalah untuk memajukan masyarakat dalam hal literasi keuangan,” ujar Furiyanti, “Kami diberikan Budget khusus untuk melakukan CSR ini,” kata Furiyanti di akhir paparannya.

Pelatihan Financial Literacy Through Sports sendiri telah dilaksanakan sejak Senin hingga Jumat, (1-5/12/2014).

Financial Literacy Through Sports (FITS) merupakan program CSR Permata Bank yang fokus dalam hal Financial Literacy dengan kegiatan olahraga profesional.

Kegiatan yang dilakukan program FITS adalah membina tim sepak bola anak laki-laki, dan basket anak perempuan usia 10 hingga 14 tahun.

Materi pelatihan akan diberikan oleh Asian Soccer Academy (ASA) yaitu lembaga pelatihan olah raga dan pengetahuan finansial. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.