Rosmaya Hadi: Rupiah Harus Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

IMG_20141208_105245

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat Rosmaya Hadi menegaskan bahwa mata uang rupiah harus digunakan diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut ditegaskan Rosmaya Hadi saat Press Conference Serah Terima Jabatan Kepala Perwakilan BI Provinsi Jabar, Senin, (8/12/2014), di Kantor Perwakilan BI Provinsi Jabar jalan Braga Bandung.

Turut hadir dalam acara ini, Deputi Gubernur Bank Indonesia Hendar, dan Kepala Koordinator Bank Indonesia wilayah/area Sumatera Dian Ediana Rae.

“Hari ini adalah hari pertama saya menjabat sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat,” kata Rosmaya di awal paparannya, “Saya beruntung menggantikan Dian Ediana Rae, karena banyak program-programnya yang kreatif seperti program West Java Incorporated,” ujarnya.

Lebih lanjut Rosmaya mengatakan bahwa tugas pertamanya adalah mengendalikan infalsi dan mengatasi tren perlambatan ekonomi di Jawa Barat, “Pendalaman komunikasi dengan para pemangku jabatan di Jawa Barat sangat penting,” tegasnya.

Mengenai maraknya transaksi valuta asing di Indonesia dan transaksi dollar di area pelabuhan, Rosmaya menegaskan bahwa Bank Indonesia berusaha menegakkan UU RI nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang, “Setiap transaksi di wilayah NKRI harus memakai rupiah,” tegas Rosmaya

“Apabila ada transaksi dengan valuta asing maka rupiah harus diperkuat,” kata Rosmaya, “Saat ini penukaran valuta asing sudah kita benahi,” ujarnya.

“Area pelabuhan baik di Tanjung Priok, Cirebon dan pelabuhan lainnya yang transaksinya masih memakai dollar akan kita benahi,” ungkap Rosmaya, “Ini transformasi yang harus kita lakukan,” ujarnya, “Rupiah harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tegasnya.

Mengenai alat pembayaran non-tunai, Rosmaya mengatakan bahwa untuk mencapai masyarakat non tunai, tidak bisa edukasi dilakukan hanya sebentar, “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri, maka BI bekerjasama dengan Bank-Bank, Pegadaian, dan Kantor Pos untuk melakukan edukasi ini,” ujarnya.

“Memang awalnya sulit mendorong dan mengembangkan alat pembayaran non-tunai, namun masyarakat lama-lama akan terbiasa, contohnya pembayaran bus Trans Jakarta dan kereta api saat ini sudah memakai e-money,” kata Rosmaya di akhir paparannya.

Sebelum menjabat sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat, Rosmaya Hadi merupakan Direktur Eksekutif pada Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran di Kantor Pusat Bank Indonesia, Rosmaya Hadi telah berpengalaman di bidang sistem pembayaran selama 23 tahun.

Mantan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat Dian Ediana Rae akan menempati jabatan barunya sebagai Kepala Koordinator wilayah/area Sumatera yang mengkoordinasikan pelaksanaan tugas 10 Kantor Perwakilan BI tingkat Provinsi di wilayah Sumatera. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.