Surono: Wartawan Jarang Ikut ke Pelosok Daerah Bencana

IMG_20141207_103457

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kepala Badan Geologi Kementerian Ekonomi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono menyayangkan para wartawan yang jarang ikut terjun ke pelosok-pelosok daerah rawan bencana geologi.

Hal ini diungkapkan Surono pada saat Seminar “Peran Media Massa Dalam Pengurangan Risiko Bencana Geologi”, Minggu, (7/12/2014), di Auditorium Museum Geologi jalan Diponegoro Bandung.

“Dalam jangka waktu 200 tahun terdapat dua letusan besar di Indonesia,” kata Surono di awal paparannya, “Letusan pertama adalah letusan gunung Tambora di tahun 1815 yang memakan korban hingga 126 ribu jiwa, dan letusan kedua adalah letusan gunung Krakatau di tahun 1883 yang memakan korban hingga 36 ribu jiwa,” ujarnya.

“Jumlah korban terbesar letusan gunung api di dunia, separuhnya ada di Indonesia,” ungkap Surono, “Hingga saat ini di seluruh dunia telah terjadi 12 gempa bumi yang memakan korban lebih dari 1000 jiwa,” katanya, “Empat gempa bumi tersebut diantaranya terjadi di Indonesia, yaitu gempa bumi di Aceh (2004), Nias (2005), Yogyakarta (2006), dan Padang (2009),” ujarnya.

Lebih lanjut Surono mengatakan bahwa bencana alam banyak terjadi di negeri ini dikarenakan di Indonesia banyak terdapat gunung api, “Bumi punya hak mengekspresikan dirinya, oleh karena itu kita mempelajari ilmu geologi,” katanya, “Kita selalu terkaget-kaget bila bumi mengekspresikan dirinya, yang pasti manusia pasti kalah bila melawan alam,” ujarnya.

“Namun walaupun di Indonesia banyak terjadi bencana geologi, jarang ada wartawan ikut hingga ke pelosok-pelosok,” kata Surono di akhir paparannya.

Menurut data, Indonesia saat ini memiliki 127 gunung api baik yang aktif maupun tidak aktif. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.