Kegiatan BIDAF 2014 Diklaim Tidak melanggar Tupoksi Disparbud Jabar

BIDAF 2014ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Provinsi Jawa Barat Nunung Sobari mengklaim bahwa penyelenggaraan Bandung International Digital Arts Festival (BIDAF) 2014 yang diselenggarakan pihaknya tidak melanggar tupoksi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat.

Hal ini ditegaskan Nunung di sela-sela Media Gathering BIDAF 2014, Rabu, (17/12/2014), di Kopi Selasar-Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) jalan Bukit Pakar Timur Bandung, turut hadir Direktur BIDAF 2014 Franki Raden.

“Kegiatan BIDAF 2014 merupakan kegiatan yang pertama kali diadakan di kota Bandung,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Provinsi Jawa Barat Nunung Sobari di awal paparannya, lebih lanjut Nunung mengatakan bahwa di era globalisasi teknologi tidak boleh bertabrakan dengan seni budaya, “Teknologi adalah kendaraan untuk mempromosikan kebudayaan,” tegasnya.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut baik kegiatan BIDAF 2014,” ujar Nunung, “Mudah-mudahan BIDAF 2014 menjadi daya ungkit teknologi di Jawa Barat pada umumnya dan kota Bandung pada khususnya,” katanya, “Semoga kegiatan ini memicu era kreativitas dan memposisikan kota Bandung sebagai pusat Digital,” tegasnya.

Mengenai penyelenggaraan BIDAF 2014 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat, Nunung mengklaim bahwa kegiatan BIDAF 2014 tidak melanggar tupoksi Disparbud Jabar, “Namun kita akan evaluasi apa manfaat dan Output BIDAF 2014,” kata Nunung di akhir paparannya.

Direktur BIDAF 2014 Franki Raden dalam pernyataan singkatnya mengatakan bahwa dengan digelarnya BIDAF 2014 di kota Bandung, maka pihaknya berharap Bandung dapat merebut kembali posisinya sebagai pusat seni dan budaya modern di awal abad ke-20, “BIDAF ingin memproyeksikan Provinsi Jawa Barat sebagai pusat dan pendidikan seni Digital di Indonesia,” katanya, “Hal ini dikarenakan adanya berbagai perguruan tinggi di kota Bandung yang memiliki program-program teknologi,” ujarnya.

Bandung International Digital Arts Festival (BIDAF) 2014 berlangsung, Jumat hingga Rabu, (19-24/12/2014) di Ruang B dan Ruang Sayap Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) jalan Bukit Pakar Timur Bandung, kurator dan asisten kurator BIDAF 2014 adalah Heru Hikayat dan Anis Annisa Maryam.

Berikut para Seniman yang akan memeriahkan BIDAF 2014: Garin Nugroho (sutradara film/Indonesia), Alvin Tan (sutradara teater/Singapura), Satria Julianto (seniman/Indonesia), Jin Hi Kim (seniman intermedia/Korea-AS), Greg Schiemer (seniman suara/Australia), Daniel Kho (seniman /Indonesia-Germany), Krisna Murti (seniman video/Indonesia), Helga Yosiana (penata tari/Indonesia), Firsty Soe (penata lampu/Indonesia), Gotot Prakosa (seniman animasi/Indonesia), Arahmaiani (seniman video dan performans/Indonesia), Ezzam & Ghaza (seniman video/Singapura), Eldwin Pradipta (seniman video/Indonesia), Tromarama (kelompok seniman video/Indonesia), Ariani Darmawan (seniman video dan sutradara film/Indonesia), Muhammad Akbar (seniman video/Indonesia), Prilla Tania (seniman video/Indonesia), dan Ruyi Wong (seniman video/Singapore).

Pertunjukkan khusus yang akan dihadirkan di BIDAF 2014 diantaranya: Body Response (Visual Dance) oleh Helga Yosiana & Firsty Soe – Indonesia, Sabtu, (20/12/2014) pukul: 20.00 WIB di Amphiteater dan Digital Budha (Multimedia) oleh Jin Hi Kim – Korea Selatan/USA, Minggu, (21/12/2014) pukul: 20.00 WIB di Amphiteater.

Selain pameran dan pementasan, BIDAF 2014 diisi kegiatan lokakarya, kuliah-demo seni animasi dan musik Digital, tujuan kegiatan ini adalah mendorong generasi muda untuk masuk ke alam Digital sedini mungkin. (Bagoes Rinthoadi)