Manajemen Persib Belum Kembalikan Hutang 1,7 Miliar Kepada Hamynudin Fariza

HamynudinARCOM.CO.ID ,Bandung. Bobotoh  Persib sekaligus Pengusaha asal Papua Hamynudin Fariza meradang, pasalnya hingga hari ini uangnya sebesar Rp.1,755 miliar belum juga dikembalikan oleh oknum manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) , oknum manajemen PT PBB tersebut berinisial RR, RAW, dan BBR.

Kekesalannya dicurahkan dihadapan para wartawan baik cetak, televisi maupun Online, Kamis, (18/12/2014), di D’Palm Sundanese Restaurant jalan Lombok Bandung.

“Manajemen PT PBB berhutang sebesar Rp.1,755 miliar sejak tahun 2013 kepada saya, namun hingga saat ini (18/12/2014) manajemen PT PBB terkesan arogan dan tidak punya itikad baik untuk mengembalikan uang saya,” kata Hamynudin Fariza di awal paparannya, “Saya memiliki bukti-bukti baru terkait kasus penipuan oknum manajemen PT PBB yang dilakukan kepada saya,” ujarnya.

Lebih lanjut Hamynudin mengatakan bahwa saat ini Jaksa yang menangani kasusnya meminta bukti baru kepadanya, “Saya penuhi keinginan Jaksa dengan surat pernyataan dari RR selaku General Manager CV Kreasi Inti Media, RAW selaku Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, dan BBR selaku Staff PT Persib Bandung Bermartabat,” katanya, “Isi surat pernyataan tersebut ialah ketiga orang tersebut mengakui telah membujuk saya untuk membayar hutang RAW sebesar Rp.1,755 miliar kepada PT PBB”, ujarnya.

“Saya bersedia memberi pinjaman Rp.1,755 miliar dikarenakan mereka berjanji akan menjadikan saya sebagai Panitia Pelaksana (Panpel) Indonesian Super League 2013,” katanya, “Namun janji tersebut tidak direalisasikan oleh ketiganya, dan uang saya pun tidak dikembalikan hingga hari ini,” tegasnya.

Hamynudin mengungkapkan bahwa kasus yang telah berlangsung hampir dua tahun ini mengharuskan dirinya bolak-balik ke Kejaksaan dan Kantor Polisi, “RAW sudah dijadikan tersangka dan dijerat pasal 378 KUH Pidana dengan ancaman 4 tahun penjara, namun sampai sekarang kasus ini belum bisa maju ke Pengadilan,” katanya, “Jaksa selalu beralasan bahwa alat bukti belum terpenuhi, sehingga berkasnya dikembalikan lagi ke Polda Jabar,” ujarnya.

“Saya menduga ada permainan antara penyidik Polda Jabar dengan pihak terlapor, sehingga kasus ini belum P21 dan masih P19, selain itu ada indikasi pihak terlapor dilindungi oleh orang-orang yang berkuasa,” ujarnya, “Namun saya tidak takut diintimidasi, karena saya orang Papua,” tegasnya.

Hamynudin menegaskan bahwa selain melaporkan ketiga oknum manajemen PT PBB ke pihak kepolisian, dirinya juga menggugat ketiganya secara Perdata, “Saya dinyatakan menang di Pengadilan,” kata Hamynudin di akhir paparannya.

Apabila kasus penipuan yang dilakukan oknum manajemen PT PBB dimenangkan oleh Hamynudin Fariza, maka bisa jadi Persib terdegradasi, namun ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh Persib, yaitu merombak total seluruh manajemennya sehingga tidak terdegradasi, hal ini persis seperti yang dilakukan tim asal Italia AS Roma.

Persib hingga hari ini masih bisa bernafas lega, karena kasus penipuan ini belum dilaporkan oleh Hamynudin Fariza ke otoritas tertinggi sepakbola FIFA, karena bila kasus ini dilaporkan ke FIFA maka tamatlah riwayat Persib Bandung. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.