Sugilar: Pengguna Alat Kontrasepsi Masih Andalkan Pil dan Suntik

IMG_20141222_111632

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat Sugilar mengungkapkan bahwa pengguna alat kontrasepsi di Jawa Barat masih mengandalkan pil dan alat suntik KB.

Hal ini diungkapkan Sugilar di acara dialog, “Potret Kinerja Program KKBPK Jawa Barat di Penghujung Tahun 2014”, Senin, (22/12/2014), di Roemah Enak-Enak jalan Cihapit Bandung.

“Kami belum bisa menyetop tingkat Drop Out yang menyebabkan kehamilan, dikarenakan pengguna alat kontrasepsi masih mengandalkan pil dan suntik,” kata Sugilar di awal paparannya

Lebih lanjut Sugilar menegaskan bahwa menurut data, sebanyak 900 bayi lahir di Jawa Barat setiap tahunnya, “Ini tantangan yang sangat luar biasa bagi kami,” ujarnya.

Mengenai pendataan, Sugilar menjelaskan bahwa BKKBN Provinsi Jabar di tahun 2015 akan melakukan pendataan kembali secara Door to Door, “Kita coba Launching Tahun Pendataan di tahun 2015,” tegasnya, “Hal ini dilakukan bukan untuk menyaingi Badan Pusat Statistik,” ujarnya.

Mengenai kepesertaan KB di Jawa Barat, Sugilar mengungkapkan bahwa di akhir tahun 2014 terdapat 400 ribu peserta KB baru, “Namun masih terdapat satu juta lebih pasangan usia subur yang belum jadi peserta KB,” katanya.

Berdasarkan data BKKBN, masih terdapat 1.321.204 pasangan usia subur di Jawa Barat yang tidak menggunakan alat kontrasepsi (Unmet Need), “Namun yang menggembirakan jumlah peserta KB telah mencapai 1.285.034 peserta atau 96,95 persen dari target,” tegas Sugilar.

Lebih lanjut Sugilar menjelaskan bahwa dari peserta KB baru yang berjumlah 1.285.034, hanya terdapat 36.812 pria yang ikut program KB yang kebanyakan menggunakan alat kontrasepsi kondom, “Maka disinilah pentingnya BKKBN bekerjasama dengan Universitas dan para penulis untuk menyebarkan informasi kepada para Stakeholders,” kata Sugilar di akhir paparannya. (Bagoes Rinthoadi)