Mohammad Nasir Pimpin Rapat Perkembangan N219

IMG_20150120_135434

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohammad Nasir secara khusus datang ke PT Dirgantara Indonesia (PTDI) untuk memimpin rapat perkembangan pesawat N219, Selasa, (20/1/2015), di Gedung Pusat Manajemen PTDI jalan Pajajaran.

Turut hadir dalam rapat ini Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Direktur Utama PTDI Budi Santoso, dan Wakil Walikota Bandung Oded M. Danial.

“Mudah-mudahan di pertengahan tahun 2015 pesawat N219 bisa Roll-Out serta melakukan uji terbang, dan di akhir tahun bisa tersertifikasi,” kata Nasir di awal wawancara.

Lebih lanjut Nasir mengatakan bahwa dirinya ingin mengetahui berapa modal kerja yang dibutuhkan PTDI untuk membuat pesawat N219, “Namun menurut riset yang telah kami lakukan, anggaran yang dibutuhkan sekitar 200 milyar,” ujarnya.

“Pertemuan ini adalah pertemuan awal, nanti setelah Roll Out baru mulai dibicarakan berapa biaya yang dibutuhkan,” tegasnya, di akhir wawancara Nasir mengatakan bahwa potensial market pesawat N219 cukup besar, “Pesawat ini bisa digunakan di Aceh, Papua, maupun kota-kota lain, bila melalui darat dapat memakan waktu 12 jam, dengan pesawat ini cukup 45 menit,” katanya.

Pesawat Turboprop berkapasitas 19 penumpang dengan harga 5 juta USD ini sekarang sedang dikerjakan oleh Lapan.

Pesawat N219 memiliki saingan yaitu pesawat Twin Otter, namun N219 mampu bersaing karena lebih murah 2 juta USD, sehingga sudah terpesan hingga 200 unit.

Pesawat N219 berbobot 7030 kilogram dan memiliki dua Engine serta mampu terbang hingga ketinggian 24 ribu kaki ini merupakan pesawat angkut ringan yang cocok di segala medan.

Keunggulan N219 lainnya adalah pesawat ini mampu lepas landas dalam jarak pendek, mudah dioperasikan, dan memiliki biaya perawatan yang rendah. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.