FSOI Akan Kawal Keberagamaan di Jawa Barat

IMG_20150129_143132

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Forum Silaturahim Ormas-Ormas Islam (FSOI) Jawa Barat yang terdiri dari 13 Ormas besar saat ini memiliki program utama yaitu akan mengawal keberagamaan di Jawa Barat.

Hal ini terungkap dalam Fokus Grup Diskusi Keummatan FSOI bertema, “Penguatan Peran Ormas Islam dalam Mewujudkan Iklim Keberagamaan di Jawa Barat”, Kamis, (29/1/2015), di Ruang Seminar Pusdai jalan Diponegoro Bandung.

Turut hadir dalam diskusi ini, Ketua FSOI Iding Bahruddin, Sekretaris FSOI Rafani Akhyar, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Haris Mulyana, dan belasan Ketua Ormas Islam di Jawa Barat.

“FSOI didirikan sejak kepemimpinan mantan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan, dan diperkuat di periode Gubernur Jabar saat ini Ahmad Heryawan,” kata Ketua FSOI Iding Bahruddin di awal paparannya, “FSOI terdiri dari 13 Ormas Islam besar yang ingin menguatkan kembali Ormas-ormas Islam di Jawa Barat,” tegasnya.

Lebih lanjut Iding mengungkapkan bahwa saat ini Ormas-ormas Islam di Jawa Barat telah memiliki Pesantren, Sarana Pendidikan, dan Rumah Sakit, sehingga berperan besar terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) di Jawa Barat, “Sebanyak 60 persen masyarakat Jawa Barat masih berafiliasi pada Ormas,” kata Iding di akhir paparannya.

Sekretaris FSOI Rafani Akhyar mengatakan bahwa saat ini beredar penelitian yang mengatakan bahwa Jawa Barat menempati peringkat pertama dalam hal intoleransi dan memiliki banyak kasus kekerasan berlatarkan agama, “Hasil penelitian tersebut akan kami diskusikan, tetapi yang pasti toleransi tidak dibatasi ruang kemanusiaan,” kata Rafani.

Rafani menambahkan bahwa saat ini pihaknya sedang mengawasi Pesantren di Cirebon yang kebanyakan santrinya perempuan dan pimpinan pondok pesantrennya aktif menjual jimat, “Saat ini memang banyak sempalan-sempalan mengatasnamakan Islam yang bermasalah,” ujarnya.

Di akhir paparannya Rafani mengatakan bahwa Kementerian Agama sedang membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Kehidupan Umat Beragama, “FSOI akan mendiskusikan dan memberi masukan terhadap RUU ini, karena bila RUU ini lolos maka kelompok-kelompok seperti Lia Eden, Ahmadiyah, Syiah, Sunda Wiwitan, dan yang lainnya akan dijamin kehidupan keberagamaannya, padahal menurut kami mereka sudah keluar dari Agama Islam,” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Haris Mulyana dalam diskusi ini membahas isu akan dihilangkannya dana Bansos bagi Ormas-ormas Islam di Jawa Barat, “Isu tersebut tidak sepenuhnya benar,” kata Haris, “Tugas DPRD diantaranya Budgeting, Pengawasan dan Perundang-undangan, oleh karena itu dana Bansos bagi Ormas akan diawasi oeh DPRD bukan dihilangkan,” tegasnya.

“Ormas Islam punya umat yang banyak, tidak dibantupun Ormas Islam tetap hidup, namun DPRD bisa mengakomodir keinginan mereka dalam hal penguatan ekonomi,” kata Haris di akhir paparannya. (Bagoes Rinthoadi)