Susi Pudjiastuti Tidak Menghadiri Indonesia Ocean Expo 2015

IMG_20150224_102531

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dipastikan tidak akan menghadiri Indonesia Ocean Expo (IOE) 2015 yang digelar oleh Mahasiswa Teknik Kelautan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Hal tersebut ditegaskan Ketua Program Studi Teknik Kelautan ITB Harman Ajiwibowo saat Konferensi Pers IOE, Selasa, (24/2/2015), di Ruang Rapim A Rektorat ITB jalan Tamansari Bandung, turut hadir Ketua Panitia Indonesia Ocean Expo 2015 Khoirul Huda yang juga Mahasiswa Teknik Kelautan ITB angkatan 2011.

“Kita tidak bisa sembarangan mengundang Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti,” kata Ketua Program Studi Teknik Kelautan ITB Harman Ajiwibowo di awal paparannya, “Namun kami sedang mengirim surat kepada Ibu Menteri untuk hadir di acara Pertemuan Mahasiswa Teknik Kelautan se-Indonesia yang diselenggarakan ITB pada pertengahan Mei 2015,” ujarnya.

Mengenai keterlibatan Program Studi Teknik Kelautan ITB di acara Indonesia Ocean Expo 2015, Harman menjelaskan bahwa Teknik Kelautan berada di bawah Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, “Teknik Kelautan sudah ada di ITB sejak tahun 1996, dan yang istimewa tidak banyak kampus di Indonesia yang punya Teknik Kelautan,” tegasnya.

Harman mengungkapkan bahwa setiap tahun mahasiswanya melakukan kuliah lapangan di daerah masyarakat pesisir, “Lulusan Mahasiswa Teknik kelautan ITB seratus persen terserap dunia kerja,” ujarnya, “Bahkan lulusan Teknik Kelautan ITB menduduki peringkat ketiga di Indonesia dalam hal Fresh Graduate dengan gaji terbesar,” kata Harman.

“Teknik Kelautan merupakan komponen penting dalam poros maritim,” tegas Harman, “Ilmu Teknik Kelautan dapat dipakai untuk kerekayasaan infrastruktur di pantai, lepas pantai, pengamanan pantai, maupun tambak garam,” katanya.

“Saat ini kami sedang menggalang kerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk pengembangan wilayah kemaritiman,” ungkap Harman.

“Tol laut merupakan salah satu komponen penting karena dapat menekan biaya logisitik di Indonesia,” ujar Harman, “Sebagai contoh di Kalimantan banyak sekali sungai, maka akan dibuat tol laut untuk menekan biaya logisitik,” katanya, “Pembangunan infrastruktur penting untuk meningkatkan perekonomian kita,” tegasnya.

Mengenai kelanjutan proyek Jembatan Selat Sunda, Harman menjelaskan bahwa proyek tersebut ditunda karena Presiden Joko Widodo lebih memprioritaskan program Maritim dan ketahanan pangan

Mengenai kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang meledakkan kapal pencuri ikan, Harman mengatakan bahwa pihaknya mendukung program tersebut asalkan lokasi peledakkan tepat dan sesuai aturan hukum, “Penegakkan aturan perlu,”tegasnya.

Menanggapi negara Indonesia yang masih mengimpor garam, Harman menjelaskan bahwa yang diimpor Indonesia adalah garam industri, “Indonesia sulit menghasilkan garam industri yang berwarna putih karena bahan garam di Indonesia masih kotor dan banyak sedimen,” ujarnya, “Padahal syarat garam industri yang biasa digunakan perusahaan industri kertas, elektronik, dan kosmetik, NaCl nya harus di atas 95 persen,” ungkapnya, “Namun untuk garam dapur yang NaCl nya di bawah 95 persen, Indonesia sudah swasembada sejak 2010,” kata Harman di akhir paparannya.

Ketua Panitia Indonesia Ocean Expo (IOE) 2015 Khoirul Huda menjelaskan bahwa tujuan diadakannya acara IOE adalah menyadarkan masyarakat tentang potensi kelautan di Indonesia serta mendukung
Konsep tol laut, “Potensi laut Indonesia bukan hanya ikan, namun ada area pantai dan lepas pantai,” tegasnya,

“Rangkaian acara Indonesia Ocean Expo 2015 telah berlangsung sejak tanggal 5 hingga 17 Januari 2015,” ungkap Khoirul, “Kami mendatangi sekolah-sekolah di Jakarta, Tangerang, dan Bandung dengan maksud memperkenalkan Program Studi Teknik Kelautan dan potensinya,” kata Khoirul di akhir paparannya.

Puncak acara Indonesia Ocean Expo 2015 yang terdiri dari lomba paper, lomba foto dan seminar akan berlangsung, Sabtu pagi, (28/2/2015), di Aula Timur ITB jalan Ganesha Bandung.

Indonesia Ocean Expo 2015 kali ini mengangkat tema, “National Ocean Based Development”, acara dua tahunan ini akan diikuti 22 Offshore dan Onshore Industry dan dalam seminarnya akan menghadirkan Keynote Speaker Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Marsetio. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.