Tanah Wakaf Di Indonesia Nilainya Triliunan Namun Dikelola Tradisional

filantropiARCOM.CO.ID ,Bandung. Direktur Indonesia Magnificent of Zakat (IMZ) Kushardanta Susilabudi menegaskan bahwa tanah wakaf di Indonesia sangat luas dan nilainya triliunan rupiah, namun tanah wakaf tersebut masih dikelola secara tradisional.

Hal tersebut ditegaskan Kushardanta saat Konferensi Pers ‘3rd International Islamic Philantrophy’, Senin, (2/3/2015), di RM  Ampera jalan PHH. Mustofa Bandung.

“Fakir miskin harus terjaga dan termakamkan dengan baik,” kata Kushardanta di awal paparannya, “Kalau fakir miskin susah dimakamkan, ini tanggung jawab orang Islam secara keseluruhan, karena hukumnya fardhu kifayah, dan kita tidak boleh main-main pada wilayah itu, ”ujarnya, “Oleh karena itu makam wakaf perlu dibuat standar dan diduplikasi ke-34 provinsi di Indonesia, agar fakir miskin yang meninggal makamnya tidak digusur,” tegasnya.

Lebih lanjut Kushardanta mengatakan bahwa Indonesia perlu belajar ke negara Singapura, “Singapura saja yang negaranya bukan mayoritas muslim  mengembangkan wakaf dengan berbagai model yang menarik, seperti membangun apartemen, hotel yang terintegrasi dengan masjid, dan penyewaan ruko,” katanya, “Wakaf produktif yang dilakukan Singapura sangat bermanfaat bagi umat Islam,” tegasnya, “Kita di  Indonesia yang mayoritas muslim, model-model wakafnya masih sederhana, seharusnya wakaf di Indonesia menjadi bisnis yang sosial,” ujarnya.

“Target kita di acara Seminar Internasional Filantropi Islam ke-3 adalah menciptakan model-model zakat, infak, sedekah dan wakaf,” ujar Kushardanta, “Selama ini ekonomi Islam masih terpinggirkan, padahal zakat itu wajib, namun kita coba lebih mengedepankan yang sunnah,” katanya, “Saya ingin mengedepankan wakaf sebagai model pemberdayaan ekonomi yang baru, karena wakaf  lebih lentur,” tegasnya.

“Sebagai contoh kita buat wakaf sekolah, paling tidak guru dan karyawannya ada 110 orang, kalau ada surplus, kaum miskin dan dhuafa bisa sekolah secara gratis, karena pengelola bisa melakukan subsidi silang,” ujar Kushardanta, “Kita saat ini sedang mencari Manager investasi baru yang dapat mengelola wakaf dengan baik,” kata Kushardanta di akhir paparannya.

Berdasarkan data Kementerian Agama tahun 2012, aset wakaf nasional mencapai 3,49 miliar meter persegi, dan apabila dirupiahkan dengan asumsi harga tanah Rp.100.000 per meter persegi, maka nilainya mencapai 349 triliun rupiah.

Oleh karena itu Indonesia Magnificent of Zakat (IMZ) mencoba bersinergi dengan lembaga filantropi lintas negara dengan menyelenggarakan Seminar Internasional Filantropi Islam ke-3, Selasa-Kamis, (3-5/3/2015), di Hotel Golden Flower jalan Asia Afrika Bandung, tujuan seminar ini adalah memperkaya pandangan dalam penghimpunan dan pengelolaan dana umat, serta mendiskusikan penerapan model filantropi Islam di berbagai negara. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.