Unpad Merespons: MEA Lahan Bagi Pengusaha Untuk Ekspansi

Unpad 1ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Asia-Pasifik dan Afrika Mohamad Heri Saripudin menegaskan bahwa ASEAN Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan lahan bagi para pengusaha untuk melakukan ekspansi.

Hal ini ditegaskan Heri saat menjadi pembicara kegiatan Universitas Padjadjaran (Unpad) Merespons bertema, “Kiprah Unpad di Era ASEAN Community 2015”, Senin, (18/5/2015), di Executive Lounge Lantai 2 Ged. Rektorat Unpad jalan Dipati Ukur Bandung.

Turut hadir dalam kegiatan ini Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Nury Effendi, Dosen Politik Pascasarjana Unpad Obsatar Sinaga, dan Dekan Fisip Unpad Arry Bainus selaku Moderator.

“Kita bisa memilih teman tetapi kita tidak bisa memilih tetangga, maka ASEAN menjadi sangat penting,” kata Heri di awal paparannya, “Kalau tetangga kita menghadapi musibah, pasti kita akan terlibat, maka keamanan juga sangat penting, ujarnya.

Lebih lanjut Heri mengatakan bahwa Indonesia menginisiasi ASEAN dari tahun 1967, “Tidak akan ada ASEAN kalau tidak ada Indonesia,” tegasnya, “Bahkan politisi Marzuki Darusman mengatakan bahwa 10 Negara anggota ASEAN bisa dijadikan konstituen Indonesia,” ujarnya.

Heri mengungkapkan bahwa di negara-negara Asia Tenggara terdapat potensi konflik, “ASEAN membuat negara-negara anggotanya berkomunikasi, karena awal mula konflik adalah tersumbatnya komunikasi,” tegasnya.

Mengenai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Heri menjelaskan bahwa MEA sudah dirancang sejak 15 tahun yang lalu, “Saat ini MEA merupakan lahan bagi pengusaha untuk ekspansi, diibaratkan kita melihat gelas separuh penuh dan bukan separuh kosong,” ujarnya.

“Saat ini pemerintah Indonesia memprioritaskan pembinaaan kedelapan sektor jasa yang akan terlibat dalam pasar bebas ASEAN pada akhir tahun 2015,” kata Heri, “Delapan sektor yang menopang Mutual Recognition Agreement (MRA) adalah Akuntansi, Survei, Keperawatan, Kedokteran, Teknik, Arsitektur, Perawatan Gigi, dan Pariwisata,” katanya.

“Untuk mempersiapkan masyarakat Indonesia menghadapi MEA, pemerintah harus melaksanakan langkah strategis,” kata Heri, “Langkah tersebut adalah perbaikan infrastruktur fisik, peningkatan iklim usaha yang kondusif, reformasi regulasi, peningkatan kualitas SDM, pengembangan industri prioritas yang berdampak luas, reformasi kelembagaan dan kepemerintahan, dan pengembangan sektor energi yang akan mendukung produksi nasional,” kata Heri di akhir paparannya.

Unpad 3Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad dalam paparan singkatnya mengatakan bahwa kegiatan Unpad Merepons kali ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya, “Forum ini akan mendekatkan Unpad dengan masyarakat, “ katanya, “ Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan Feedforward dan bukannya Feedback, selain itu Unpad berharap sektor masyarakat lain dapat kita hadirkan di forum ini” ujarnya.

Di akhir paparannya Tri Hanggono mengatakan forum ini menjadi penting karena dapat mengungkap peran Unpad dalam menyongsong ASEAN Community dan kiprah Unpad meningkatkan daya saing bangsa sehingga tidak kalah bersaing di ASEAN Community.

Unpad 2Dosen Politik Pascasarjana Unpad Obsatar Sinaga dalam paparannya mengatakan bahwa ASEAN Community berdampak satu negara ASEAN akan dengan mudah menjual barang atau jasa ke negara lainnya, “Keterampilan yang dibutuhkan adalah keterampilan profesional, bahasa, dan antar budaya,” katanya.

Lebih lanjut Sinaga mengatakan bahwa volume investasi di Asia Tenggara mencapai 48% investasi dunia, “Bahkan di Asia Tenggara terdapat 600 juta tenaga kerja,” ungkapnya, “ILO melaporkan di tahun 2015 kebutuhan tenaga kerja profesional mengalami peningkatan sebesar 14% (14 juta), sedangkan kebutuhan tenaga kerja menengah naik 22% (38 juta), dan kebutuhan tenaga kerja level rendah naik 24% (12 juta),” tegasnya.

Mengenai kesiapan Jawa Barat menghadapi AEAN Community, Sinaga mengungkapkan Jawa Barat memang belum siap karena secara nasional saja belum siap, “Masyarakat Jawa Barat belum tersosialisasi dengan baik soal MEA, selain itu masih ada sejumlah regulasi nasional yang bersifat menghambat,” kata Sinaga

“Unpad saat ini dapat mengambil porsi di Jawa Barat,” kata Sinaga, “Unpad dapat memanfaatkan liberalisasi jasa pendidikan dengan kebebasan menyerap mahasiswa asing,” ujarnya, “Selain itu Unpad dapat memberikan penetrasi wawasan kepada pelaku ekonomi, masyarakat, dan Stake Holder termasuk pemerintah daerah,” kata Sinaga di akhir paparannya.

Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 akan menimbulkan peluang-peluang yaitu pasar tambahan (340 juta orang), ekspansi perusahaan Indonesia, sumber investasi asing, sumber wisatawan asing, memperlancar arus perdagangan, dan efisiensi produksi.

Sedangkan tantangan yang akan terjadi adalah daya saing ekonomi, keterbatasan pemahaman dan kesadaran ASEAN, kompleksitas regulasi dan kepastian hukum, birokrasi yang tidak efisien, kualitas SDM, pola pikir Inward Looking, dan infrastruktur.

Tidak kalah penting MEA akan memunculkan isu-isu utama masyarakat politik dan keamanan seperti konflik internal maupun antar negara untuk perdamaian dan keamanan, demokrasi dan Hak Asasi Manusia, resolusi konflik dan rekonsiliasi, kejahatan transaksional, pengaruh negara besar, narkoba, dan isu keamanan maritim.

Sedangkan isu-isu utama masyarakat sosial-budaya yang akan muncul diantaranya bencana alam, keragaman budaya, diskriminasi gender, perubahan iklim dan lingkungan hidup, serta kesehatan. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.