Zafarullah: Menjelang Puasa Penjualan Karpet di Bandung Meningkat

IMG_20150608_021755

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Pemilik Al-Malik Karpet Muhammad Zafarullah mengungkapkan bahwa menjelang bulan puasa, penjualan karpet dan sajadah rol asli Turki di Al-Malik Karpet mulai mengalami peningkatan.

Hal ini diungkapkan Zafarullah saat ditemui para wartawan, Minggu, (7/6/2015), di Al-Malik Karpet jalan Gatot Subroto 133 Bandung.

“Al-Malik Karpet yang memiliki bisnis utama Karpet Handmade telah berdiri sejak tahun 1993,” kata Zafarullah di awal paparannya, “Di kota Bandung Al-Malik Karpet memiliki dua toko yaitu di jalan Gatot Subroto dan di Cipamokolan,” ujarnya.

Lebih lanjut Zafarullah mengakui bahwa perputaran uang di bisnis Karpet Handmade memang lambat, “Karpet Handmade merupakan barang seni, jadi sampai kapanpun bisnis ini tidak akan hilang,” tegasnya.

“Pasar karpet di kota Bandung potensinya bagus, karena cuaca Bandung yang dingin mendukung bisnis ini,” katanya, “Karpet memang untuk daerah yang dingin,” ujarnya.

Zafarullah mengatakan bahwa konsumen terbesar karpet ada di negara Prancis, Jerman, Australia, dan Amerika, “Karpet yang digemari berasal dari Iran, Pakistan, Kashmir, India, Turki, Afghanistan, dan Uzbekistan,” ungkapnya.

Mengenai harga Zafarullah mengungkapkan bahwa harga karpet di Al-Malik ada di kisaran Rp.500.000 hingga jutaan, “Karpet antik bahkan harganya ratusan juta,” katanya.

IMG_20150608_021803

Untuk kualitas karpet Handmade, Zafarullah mengatakan bahwa karpet Handmade Pakistan dan Persia merupakan yang paling bagus, “Turki saat ini kebanyakan karpet buatan mesin,” ungkapnya.

Mengenai perawatan, Zafarullah menyarankan agar karpet Handmade jangan terkena air, “Bila terkena air, karpet cukup dikeringkan dan dijemur, tapi jangan di gosok dan dimasukkan ke Laundry, karena karpet Handmade menggunakan pewarna nabati,” tegasnya.

“Saat ini Indonesia belum mampu memproduksi karpet Handmade,” ungkap Zafarullah, “Karpet berkualitas bagus pasti buatan luar negeri,” ujarnya, “Karpet kualitas jelek biasanya berbahan kasar dan panas, karpet bagus biasanya semakin halus bahannya,” tegasnya.

“Perbedaan karpet buatan mesin dan Handmade yaitu karpet mesin di bagian belakang bahannya kasar, sedangkan yang Handmade bagian belakang karpet halus,” ungkapnya, “Karpet Handmade bila dilipat tidak masalah, namun karpet buatan mesin bila dilipat akan telihat bekas lipatannya,” katanya.

Di akhir paparannya Zafarullah mengatakan bahwa kompetitor bisnis karpet di kota Bandung adalah orang Pakistan dan Iran, “Namun kebanyakan masih keluarga,” kata Zafarullah sambil tertawa.

IMG_20150608_021810

Muhammad Zafarullah sendiri merupakan generasi kedua di Al-Malik Karpet, pria keturunan Pakistan ini sangat piawai dalam bisnis karpet, dan sangat menguasai filosofi karpet Handmade. (Bagoes Rinthoadi)