Indonesia Kaya Sinar Matahari, Namun Penduduknya Kekurangan Vitamin D

ProdiaARCOM.CO.ID ,Bandung. Walaupun wilayah Indonesia sangat kaya akan sinar matahari sepanjang tahunnya, namun yang mencengangkan bahwa setengah penduduk Indonesia mengalami kekurangan vitamin D.

Hal ini terjadi dikarenakan kebanyakan masyarakat Indonesia kebanyakan beraktivitas di dalam ruangan, sehingga kurang terpapar sinar matahari, padahal sinar matahari merupakan sumber vitamin D paling melimpah.

Padahal vitamin D adalah jenis vitamin yang memegang peranan sangat penting bagi kesehatan tulang, vitamin D berfungsi menjaga konsentrasi normal kalsium dan fosfat dalam darah, penelitian menunjukkan bahwa vitamin D membantu pencegahan dan pengobatan penyakit diabetes tipe 1 dan 2, intoleransi glukosa, dan penyakit Multiple Sclerosis (penyakit yang menyerang sistem saraf pusat  yaitu otak dan sumsum tulang belakang).

Selain itu masyarakat Indonesia kurang gemar mengkonsumsi makanan sehat yang banyak mengandung vitamin D seperti, ikan, kuning telur, susu, dan biji-bijian.

Akibat kekurangan vitamin D dapat memicu timbulnya berbagai penyakit seperti, Osteoporosis, Diabetes, Hiperparatiroid, Autoimun, Hipertensi, Penyakit Jantung, Penyakit Infeksi (Infeksi saluran pernapasan, influensa, dan tuberkulosis), serta Penyakit Kanker.

Laboratorium Klinik Prodia saat ini mampu memastikan status vitamin D melalui pemeriksaan vitamin D 25-OH total, melalui pemeriksaan tersebut, kondisi defisiensi vitamin D atau lebih akrab disebut Silent Disease (penyakit tak bergejala), dapat segera diatasi.

Pemeriksaan vitamin D 25-OH total sebaiknya dilakukan apabila kita berusia lanjut (60 tahun atau lebih), tidak pernah mengonsumsi suplemen vitamin D, mendapat sedikit paparan sinar matahari / aktivitas lebih banyak dalam ruangan, terbiasa menggunakan Sunscreen atau pakaian tertutup, mengalami obesitas, mengalami gangguan hati atau ginjal, diduga rakhitis (rickets) dan individu dewasa dengan osteomalacia, serta mendapat terapi vitamin D (untuk mengetahui ada tidaknya perbaikan status vitamin D). (Bagoes Rinthoadi)