Taksi Bandung Metropolitan Hantam Motor di Jalan Riau

Supir Taksi

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Taksi Bandung Metropolitan 2 bernomor polisi D 1930 DI dengan nomor lambung B 013 menghantam motor Honda Megapro bernomor polisi D 2388 KW di jalan RE Martadinata (jalan Riau) depan Hotel Serela / Kajati Jabar, Senin, (22/6/2015), sekitar pukul 20.50 WIB.

Kondisi motor Honda Megapro hancur di bagian knalpot, step, dan bagian depan, sedangkan penumpang motor bernama Amud mengalami sobek di bagian telapak kaki, dan langsung dilarikan ke RS Halmahera, mobil taksi sendiri mengalami kerusakan di bagian roda depan kanan dengan kondisi ban meletus, bahkan ketika ban meletus, letusannya sangat keras seperti suara ledakan bom.

Setelah diperiksa polisi, ternyata supir taksi Bandung Metropolitan 2 yang mengaku bernama Oji adalah supir cadangan (supir tembak), dan dirinya mengaku habis meminum arak.

Ketika Oji diminta identitas, ternyata ia tidak membawa KTP, SIM, dan STNK, dirinya mengaku identitasnya ditahan pihak taksi Bandung Metropolitan 2 karena setoran kurang.

Pengendara motor Honda Megapro bernama Dinar yang kebetulan membonceng korban mengatakan bahwa supir taksi mengambil jalan terlalu ke kanan dengan kecepatan tinggi, “Saya sudah minggir ke kiri, tapi taksi semakin ke kanan dan tidak memberi tanda lampu sein, dan akhirnya motor saya ditabrak,” kata Dinar.

Lebih lanjut Dinar mengatakan bahwa setelah menabrak, taksi mencoba kabur, namun beruntung ban depan taksi keburu meletus, “Saya langsung turun dari motor dan mengejar supir taksinya supaya tidak kabur,” ujarnya.

Taksi

Salah satu saksi mata pengendara Nissan X-Trail yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa Taksi Bandung Metropolitan 2 bernomor polisi D 1930 DI sudah ugal-ugalan sejak di jalan Ahmad Yani, dan selalu menerobos lampu merah, pengendara mobil Nissan berinisiatif membuntuti taksi tersebut, dan benar saja akhirnya taksi Bandung Metropolitan 2 menghantam motor.

Pihak kepolisian langsung mengamankan Oji sang supir tembak ke dalam pos Satpam Hotel Serela agar tidak diamuk massa.

Pihak pengelola Taksi Bandung Metropolitan 2 setelah dihubungi polisi, hingga pukul 22.00 WIB tidak menunjukkan batang hidungnya.

Setelah polisi melakukan olah kejadian kecelakaan dengan mengukur jalan, akhirnya massa secara berangsur-angsur bubar. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.