Walikota dan Bupati Dilibatkan Dalam Penerimaan Mahasiswa Unpad

IMG_20150728_015319

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Tri Hanggono Achmad menegaskan, Walikota dan Bupati akan dilibatkan dalam setiap penerimaan mahasiswa di Unpad.

Hal ini ditegaskan Tri saat kegiatan Unpad Merespons bertema, “Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran 2015” dan informasi persiapan pelaksanaan Dies natalis ke-58 Unpad, Sabtu, (11/7/2015), di Executive Lounge Lt 2 Gedung Rektorat Unpad jalan Dipati Ukur Bandung, turut hadir Panitia Dies Natalis ke-58 Unpad Ramdan Panigoro, dan Kepala UPT Humas Unpad Soni Akhmad Nulhaqim

“Pola keterlibatan Walikota dan Bupati dalam penerimaan mahasiswa Unpad diharapkan menjadi daya ungkit dan berguna bagi daerahnya,” kata Tri di awal paparannya, “Walikota dan Bupati akan menjadi ‘Nyaah’ kepada mahasiswanya,” ujarnya.

Lebih lanjut Tri mengatakan, hal ini dapat membentuk ikatan, juga agar mahasiswa setelah lulus kembali ke daerahnya masing-masing, “Karena tidak semua daerah memiliki ahli pertanian, ahli hukum yang kokoh, dan dokter secara merata,” tegasnya.

Tri mengungkapkan, berdasarkan data SNMPTN dan SBMPTN, Unpad tercatat sebagai Perguruan Tinggi (PT) dengan jumlah peminat terbanyak di seluruh Indonesia selama 4 tahun berturut-turut (2012, 2013, 2014, 2015).

“Unpad telah menyelenggarakan program afirmasi ‘Unpad Nyaah ka Jabar’ yang dilaksanakan sejak 2013,” tegas Tri, “Program ini memberikan kuota bagi putra-putri terbaik Jawa Barat untuk menjadi calon mahasiswa Unpad melalui SNMPTN dengan kompetisi antar pelajar di lingkup kota/kabupaten masing-masing,” ujarnya.

Tri mengungkapkan, prosesi PMB Unpad 2015 yang akan berlangsung 20 Agustus 2015, direncanakan dihadiri pimpinan daerah di provinsi Jawa Barat untuk menyematkan jaket almamater kepada mahasiswa baru yang berasal dari daerahnya.

“Di masa lalu, penerimaan mahasiswa sudah bersatu, namun belum pada tahap pendekatan akademis,” ungkap Tri, “Keistimewaan PMB sekarang, bagaimana semua Prodi berperan agar mahasiswa dan pihak terkait tidak berpikir secara sektoral,” tegasnya.

“Saat ini masih banyak mahasiswa Unpad yang tinggal di Jatinangor tidak mengetahui nama Ketua RT dimana ia tinggal,” ungkap Tri, “Untuk itu pihak Unpad akan menyebar 6000 mahasiswanya ke 14 desa dan melakukan pembinaan desa secara berkelanjutan,” katanya.

Di akhir paparannya Tri menegaskan mahasiswa yang mengikuti kuliah di Unpad tidak boleh tidak kuliah karena alasan ekonomi, “Mahasiswa yang tidak mampu akan disediakan alternatif UKT dan beasiswa,” tegasnya, sedangkan mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), Tri berjanji dalam kegiatan orientasi dan pengenalan kampus, mahasiswa baru Unpad dijamin tidak akan mengalami kekerasan dari seniornya, selain itu Tri berjanji tahun 2016 Unpad akan memberikan terobosan-terobosan baru. (Bagoes Rinthoadi)