Kota Bandung Darurat Jambret

Motor Tanpa Plat Nomor 1ARCOM.CO.ID ,Bandung. Julukan Bandung Kota Kembang lama-lama akan berubah menjadi ‘Bandung Kota Jambret’ bila pemerintah kota Bandung dan pihak kepolisian tidak mampu melindungi warganya dari aksi penjambretan yang kian marak di kota Bandung.

Kasus penjambretan yang terjadi pada Nita Yunita (24 thn) dan Siti Masitoh (55 thn), di Jembatan Pasupati Jumat pagi, (31/7/2015), menjadi bukti makin beraninya para jambret beraksi di kota Bandung, selain kehilangan tasnya, Nita harus kehilangan 11 giginya akibat terjatuh di jalan karena aksi brutal kawananan jambret.

Belum lagi pihak kepolisian menangkap kawanan jambret yang beraksi di Jembatan Pasupati, Farida Miawati (55 thn) harus kehilangan nyawanya akibat terjatuh dari motor karena mempertahankan tasnya dari kawanan jambret, Minggu pagi, (2/8/2015), di jalan Sunda.

Pemerintah kota Bandung dan pihak kepolisian harus berpikir keras bagaimana agar kasus penjambretan tidak terus berulang dan memakan korban jiwa, jangan sampai masyarakat kota Bandung merasa tidak aman di kotanya dan akhirnya main hakim sendiri.

Salah satu karyawati BUMD Agustina (38 thn) yang pernah mengalami penjambretan di jalan Supratman mengatakan, dirinya mendukung bila pihak kepolisian melakukan tembak di tempat, “Sebaiknya Polisi menembak para Jambret agar mereka kapok,” kata Agustina ditemui di kantornya di jalan Aceh, Senin, (3/8/2015).

Agustina yang harus merelakan uang dan barang senilai Rp.10 juta akibat tasnya dijambret, mengatakan, hingga saat ini dirinya masih trauma bila mendengar raungan motor berknalpot bising dan melihat motor tanpa plat nomor, di akhir paparannya, Agustina berharap pihak kepolisian rutin menggelar razia kendaraan bermotor agar kejahatan jambret semakin berkurang.

Jalanan kota Bandung sendiri setiap harinya dipenuhi motor-motor tanpa plat nomor belakang yang berkeliaran tanpa takut terkena razia, para pengendara tanpa plat nomor belakang berbaur dangan para penjambret yang biasa beroperasi menggunakan motor tanpa plat nomor belakang.

Alasan para pengendara motor melepas plat nomor belakangnya biasanya untuk menghindari kejaran Debt Colector karena cicilan motornya belum lunas, dan adapula sekedar untuk gaya-gayaan.

Pihak kepolisian harus segera melakukan razia besar-besaran menertibkan motor tanpa plat nomor belakang, rutin melakukan razia di malam hari, dan patroli di pagi dan shubuh, guna menekan angka kejahatan penjambretan.

Apabila kasus penjambretan terus terjadi setiap harinya di kota Bandung, jangan salahkan masyarakat bila mengatakan ‘Bandung Kota Jambret’. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.