Andi Eka Sakya: El Nino Berpotensi Perbesar Panen Ikan

IMG_20150815_050753

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya menegaskan bahwa gejala alam El Nino yang berdampak terjadinya kekeringan di sebagian wilayah di Indonesia justru berpotensi memperbesar panen ikan.

Hal ini ditegaskan Andi saat Press Conference “10 th Annual Indonesia-U.S. Partnership Workshop on Ocean and Climate Observations, Analysis and Applications”, Rabu, (12/8/2015), di Hotel Hilton jalan HOS Tjokroaminoto (Pasirkaliki) Bandung.

Turut hadir dalam acara ini, Asdep Bidang Iptek Kemenko Bidang Maritim Nani Hendiarti, Kepala Program Operasional Oseanoklimat dan Tsunami Buoy pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Wahyu Widodo Pandoe, dan Overseas Program Development-NOAA Ocean-Climate Observations Sidney Thurston.

“Tidak seluruh wilayah di Indonesia terkena dampak El Nino,” kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya di awal paparannya, “Saat ini beberapa wilayah di Indonesia mengalami kekeringan, tetapi di Aceh terjadi banjir,” ungkapnya.

Lebih lanjut Andi mengatakan, El Nino mengakibatkan permukaan laut menjadi dingin, “Dinginnya permukaan laut membuat klorofil yang merupakan makanan ikan menjadi lebih banyak,” katanya, “Dengan banyaknya klorofil, ikan akan banyak berdatangan sehingga panen ikan akan melimpah,” tegasnya.

Mengenai El Nino, dan gejala alam lainnya, Andi mengatakan, BMKG sudah mengumpulkan data-data sejak tahun 1985, “Biasanya setelah El Nino, akan diikuti La Nina, yaitu hujan yang berlebihan, dan El Nino tidak hanya terjadi di lautan Hindia, tetapi terjadi di lautan pasifik,” katanya.

“Data-data sangat membantu pemantauan iklim, oleh karena itu BMKG mengalokasikan dana setiap tahunnya,” kata Andi di akhir paparannya.

Kepala Program Operasional Oseanoklimat dan Tsunami Buoy pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Wahyu Widodo Pandoe mengatakan, semua sistem observasi yang terpasang adalah untuk memantau kemaritiman, “Kawasan samudera hindia menjadi satu kesatuan maritim di Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut Wahyu mengatakan, penduduk Indonesia memahami fenomena angin musiman, “Ada anomali fenomena El Nino di kawasan pasifik,” ujarnya.

“Kita berharap observasi maritim di samudera hindia bisa mengimbangi observasi di samudera pasifik,” kata Wahyu di akhir paparannya.

IMG_20150815_050747

El Nino merupakan gejala alam yang mampu menaikkan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik, dan diikuti turunnya suhu permukaan air di beberapa wilayah perairan Indonesia.

El Nino yang memuncak di bulan Agustus 2015 berdampak memperpanjang kemarau hingga dua bulan ke depan, dan akan terus menguat hingga akhir tahun 2015, hal ini terbukti dengan terjadinya kekeringan di sebagian wilayah Indonesia. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.